Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino untuk bersikap tegas terhadap Amerika Serikat. Ia menilai tuan rumah Piala Dunia 2026 memperlakukan timnya secara tidak adil.

Ghalenoei mengungkapkan sejumlah kebijakan yang merugikan Iran. Lokasi pemusatan latihan mereka dipindahkan dari AS ke Tijuana, Meksiko.

>>> Outsourcing Bakal Dilarang, Buruh Tolak Pengecualian Tambang dan Listrik

Selain itu, Iran hanya diizinkan menuju lokasi pertandingan sehari sebelum dua laga penyisihan grup di Los Angeles.

Ketentuan itu baru dilonggarkan menjadi dua hari sebelum laga terakhir melawan Mesir di Seattle.

Setelah pertandingan berakhir, tim Iran diwajibkan segera meninggalkan kota tersebut. Ghalenoei mengatakan kebijakan ini berdampak pada kondisi fisik dan mental pemain.

"Perlakuan mereka terhadap kami sangat buruk.

Mereka tidak mengizinkan kami datang dua pekan lebih awal maupun tiba dua hari sebelum setiap pertandingan," kata Ghalenoei seusai laga imbang 1-1 melawan Mesir, dikutip dari Skysports.

>>> Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil vs Jepang Jadi Big Match

"Semua itu sangat merugikan kami, baik secara fisik maupun mental. Meski menghadapi berbagai kendala, kami tetap mampu tampil dengan baik," tambahnya.

Ghalenoei mengakui Infantino telah berupaya membantu mengurangi kendala yang dihadapi Iran. Namun, ia menilai perlakuan tuan rumah tidak mencerminkan sportivitas.

"Saya tahu Presiden FIFA telah berusaha semaksimal mungkin meminimalkan masalah. Namun, pihak tuan rumah tidak memperlakukan kami dengan baik," jelasnya.

"Saya mendesak FIFA agar tidak membiarkan tuan rumah memperlakukan pemain dan tim seperti ini pada Piala Dunia mendatang.

>>> Neymar Borong Jam Mewah Rp17 Miliar Saat Jeda Piala Dunia 2026

Saya berharap Bapak Infantino bersikap tegas terhadap perlakuan semacam itu," tegas Ghalenoei.