Produsen camilan asal Bandung, Maicih, berhasil memperluas pasar ekspor ke 13 negara. Jepang dan Australia menjadi kontributor utama penjualan di pasar internasional.

Owner Maicih, Dimas Ginanjar Merdeka atau Bob Merdeka, mengungkapkan bahwa ekspor perusahaan telah menjangkau Jepang, Belanda, Australia, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Uni Emirat Arab, Belgia, Swedia, Finlandia, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, dan Filipina.

>>> Innovasia Bawa Solusi Pembayaran WhatsApp ke B2B Tech Asia 2026

Menurut Bob, pengiriman ke Jepang mencapai 40.000 hingga 80.000 pieces setiap kali pengiriman. Sementara itu, ke Australia dikirim hampir satu kontainer setiap bulan secara reguler.

Karakteristik Konsumen dan Inovasi Produk

Setiap negara memiliki preferensi rasa yang berbeda. Konsumen Jepang paling menyukai produk basreng dan batagor dengan cita rasa pedas khas Maicih.

Sementara pasar Australia dan Belanda lebih menyukai produk berbahan dasar singkong.

Masukan dari pasar internasional mendorong Maicih berinovasi. Salah satunya adalah menghadirkan Basreng Level 0 tanpa rasa pedas yang awalnya dikembangkan untuk konsumen Jepang.

Ternyata, produk ini juga diminati di Indonesia sehingga dipasarkan di dalam negeri.

Selain camilan, Maicih kini mengeksplorasi bumbu pedas rempah yang digunakan oleh restoran dan chef. Perusahaan juga menjalin kolaborasi dengan pelaku usaha lokal untuk memperkuat ekosistem bisnis nasional.

Perluasan Pasar dan Rejuvenasi Merek

Untuk menjangkau lebih banyak konsumen, Maicih meluncurkan kemasan mini atau travel pack.

Perusahaan juga memperluas titik penjualan ke lokasi dengan mobilitas tinggi seperti bandara, ruang tunggu, bengkel, dan pusat olahraga.

>>> Kasus Diabetes di Indonesia Capai 20,4 Juta Jiwa, Kolaborasi Internasional Diperkuat

Langkah ekspansi ini menjadi bagian dari perayaan 16 tahun Maicih melalui pameran "Petualangan Maicih & Pedas Rempahnya" di Bandung pada 26 Juni hingga 5 Juli 2026.