Hyundai semakin memperkuat posisinya sebagai basis produksi dan ekspor di Asia Tenggara. Pada Mei 2026, pabrikan asal Korea Selatan ini mencatatkan kinerja ekspor yang solid dari Indonesia.

Berdasarkan data GAIKINDO, Hyundai mengekspor 4.145 unit kendaraan CBU sepanjang Mei 2026.

>>> Iran Desak FIFA Hentikan Perlakuan Semena-mena AS di Piala Dunia 2026

Angka tersebut menempatkan Hyundai di posisi keempat eksportir mobil terbesar dari Indonesia, di bawah Toyota, Mitsubishi Motors, dan Daihatsu.

Capaian itu menjadikan Hyundai sebagai merek non-Jepang dengan volume ekspor CBU terbesar dari Indonesia. Sebagai perbandingan, Wuling hanya mengekspor 142 unit pada periode yang sama.

Di segmen CKD, Hyundai juga menunjukkan performa kuat dengan mengekspor 1.800 set unit pada Mei 2026.

Pencapaian ini menempatkan Hyundai di posisi kedua setelah Mitsubishi Motors yang membukukan 4.006 set unit.

Kinerja ekspor ini mencerminkan semakin besarnya peran fasilitas produksi Hyundai di Indonesia sebagai hub ekspor.

Pabrik Hyundai di Indonesia tidak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga memperkuat jaringan distribusi global perusahaan.

>>> Purbaya Alokasikan 80 Persen Beasiswa LPDP untuk STEM Mulai 2026

Di tengah perlambatan pasar otomotif nasional, capaian ekspor Hyundai menjadi sinyal positif. Pada Mei 2026, penjualan domestik turun 14,3 persen secara bulanan menjadi 69.219 unit.

Sementara itu, ekspor otomotif Indonesia masih menunjukkan tren positif.

Ekspor mobil CBU nasional mencapai 47.560 unit pada Mei 2026, naik 31,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Ekspor komponen otomotif melonjak 149 persen menjadi 25,71 juta pieces.

Meski kontribusi Hyundai masih di bawah tiga pabrikan Jepang terbesar dalam ekspor CBU, kinerjanya menunjukkan bahwa Indonesia semakin penting dalam strategi global perusahaan.

>>> Iran Serang Bahrain dan Kuwait Setelah Digempur AS

Dengan volume ekspor yang terjaga, Hyundai berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemain utama ekspor otomotif Indonesia.