Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa peluang sekaligus ancaman bagi masa depan dunia.

Oleh karena itu, Indonesia harus mempersiapkan diri agar tidak tertinggal dalam perlombaan teknologi global yang berlangsung sangat cepat.

>>> Biaya Ganti Layar dan Baterai Vivo X Fold 6 Terungkap

Peringatan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026, Sabtu (28/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku mengikuti berbagai perkembangan terbaru di bidang teknologi, termasuk kemunculan Agent AI yang dinilainya akan mengubah banyak aspek kehidupan manusia.

"Saya belajar sekarang tentang AI. Ternyata sekarang ada Agent AI.

Ini lebih hebat lagi. Jadi perkembangan teknologi sangat cepat," kata Prabowo.

Menurut dia, perkembangan teknologi harus dipahami secara serius oleh Indonesia karena akan menentukan daya saing bangsa di masa depan.

Negara yang mampu menguasai teknologi dinilai akan memiliki keunggulan ekonomi, industri, hingga pertahanan.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu membawa dampak positif.

Ia mencontohkan bagaimana berbagai penemuan besar dalam sejarah sering kali menghadirkan manfaat sekaligus risiko.

"Nuklir bisa dipakai untuk listrik, bisa juga dipakai untuk bom atom. Semua teknologi ada sisi positif dan negatifnya," ujarnya.

>>> Casio Luncurkan Tiga Jam Tangan Digital W738H di AS dengan Alarm Getar

Karena itu, Prabowo menilai pengembangan teknologi harus diiringi kesiapan sumber daya manusia, penguatan riset, serta tata kelola yang baik.

Menurut dia, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain.

Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri nasional dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan dalam negeri.