Pertemuan terakhir antara Fremantle dan Gold Coast disebut sebagai pertempuran lini tengah terbaik yang pernah disaksikan oleh mantan pemain Fremantle, Paul Hasleby.

Saat itu, Noah Anderson dan Matt Rowell dari Gold Coast berhadapan dengan trio Fremantle: Caleb Serong, Andrew Brayshaw, dan Hayden Young.

>>> Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Pawai Meriah

Rowell saat itu sedang dalam performa terbaiknya untuk merebut Brownlow Medal, sementara Anderson dinobatkan sebagai pemain paling berharga versi AFLCA bersama Bailey Smith.

Bagi Hasleby, pertandingan itu seperti karya seni bagi pecinta sepak bola. Semua pemain bintang tampil maksimal.

Rowell mencatat 34 disposisi, enam tekel, dan empat clearance. Anderson mengumpulkan 32 sentuhan, enam clearance, dan 753 meter perolehan.

Serong memimpin dengan 35 sentuhan, sembilan tekel, dan 13 clearance. Brayshaw mencatat 32 sentuhan, sementara Young menambah 28 sentuhan khasnya.

Hasleby mengaku meninggalkan Optus Stadium malam itu dengan keyakinan bahwa ia telah menyaksikan pertarungan lini tengah terbaik.

Namun, ia juga bertanya-tanya bagaimana tim lain bisa mengalahkan Gold Coast dalam beberapa tahun ke depan.

Gold Coast saat itu baru saja memutus puasa final dan meraih kemenangan besar, seolah membangun kekuatan yang sulit dihentikan.

Musim ini, mereka menambahkan Christian Petracca dan Jamarra Ugle-Hagan, serta mengandalkan kemunculan Jed Walter, Ethan Reid, dan produk akademi Leo Lombard.

Bek andalan Charlie Ballard juga kembali. Namun, banyak perubahan terjadi sejak saat itu.

Fremantle kini dalam 13 kemenangan beruntun, sementara Gold Coast justru menelan empat kekalahan beruntun.

Menariknya, peningkatan Fremantle tidak dibangun di atas kecemerlangan tiga bintang lini tengah mereka, melainkan sebaliknya.

Sejak kekalahan di final eliminasi, Shai Bolton dan Murphy Reid menjadi andalan di lini tengah dan menjadi ancaman ofensif utama.