Penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin merambah industri perfilman Hollywood. Sejumlah studio besar kini mengintegrasikan AI ke dalam proses kreatif dan produksi mereka.

Meski menuai kekhawatiran, studio-studio tersebut mengklaim penggunaan AI dilakukan secara bertanggung jawab. AI ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran manusia.

>>> Harry Styles Tersedak Air hingga Ambruk saat Konser di London

Mereka juga menekankan perlindungan hak kekayaan intelektual dengan memanfaatkan data dan aset berlisensi. Berikut daftar studio yang pro AI dalam kerja perfilman.

A24 dan Google Kembangkan Aplikasi Storyboard AI

A24 menjalin kemitraan riset AI dengan Google melalui unit DeepMind. Ketua A24 Labs, Scott Belsky, mengatakan mereka mengembangkan aplikasi storyboard berbasis AI.

Proyek ini didukung sejumlah pembuat film, termasuk Martin Scorsese. Belsky menilai AI yang tepat dapat mempertahankan kendali kreatif dan mendukung pengambilan risiko.

Disney Kolaborasi dengan Adobe untuk Desain Taman Hiburan

Pada Juni 2026, Adobe mengumumkan kolaborasi dengan Walt Disney Imagineering. Mereka menggunakan Adobe Firefly Foundry untuk mempercepat desain dan visualisasi pra-produksi.

Model AI ini dibangun berdasarkan katalog desain Imagineering dan aset berlisensi dari waralaba Disney. Sebelumnya, Disney sempat bekerja sama dengan OpenAI, namun kontrak berakhir pada Maret 2026.

>>> Sinopsis Pokemon: Detective Pikachu, Tayang di Bioskop Trans TV 28 Juni 2026

Lionsgate Perluas Kemitraan dengan Runway

Lionsgate telah bermitra dengan Runway sejak 2024. Awalnya, AI digunakan untuk membantu proses kreatif internal dengan data IP milik Lionsgate.

Pada Juni 2026, kemitraan diperluas untuk memanfaatkan properti yang ada guna membuat serial pendek berbasis AI. Wakil Ketua Lionsgate, Michael Burns, mengatakan ini membantu sineas mengembangkan upaya kreatif.

CEO Runway, Cristobal Valenzuela, menambahkan bahwa Lionsgate memahami AI sebagai sumber daya kreatif, bukan alat penghemat biaya.

Netflix Akuisisi Perusahaan AI InterPositive

Pada Maret 2026, Netflix mengakuisisi InterPositive, perusahaan AI yang didirikan Ben Affleck. Akuisisi ini bertujuan mendukung proses kreatif mitra Netflix.

Chief Content Officer Netflix, Bela Bajaria, menyatakan teknologi InterPositive memberikan lebih banyak pilihan dan kendali bagi kreator.

>>> Sinyal Damai, Harry dan Meghan Markle Menginap di Kediaman Kerajaan

Sistem ini membangun model AI berdasarkan rekaman harian produksi untuk tugas pascaproduksi seperti color grading dan efek visual.