Polusi Udara dari Pusat Data AI Ancam Kesehatan Publik
Kecerdasan buatan (AI) mengancam kesehatan manusia bukan karena skenario fiksi ilmiah, melainkan melalui polusi udara nyata yang dihasilkan oleh pusat data yang mendukungnya.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa permintaan listrik yang sangat besar dari pusat data AI memicu beban kesehatan masyarakat yang berat.
>>> Titik Kritis Greenland Semakin Dekat, Ilmuwan Peringatkan Dampak Global
Laporan keberlanjutan industri teknologi saat ini mengabaikan parameter tersebut.
Meskipun jejak karbon dan air merupakan metrik penting, keduanya tidak menunjukkan apa yang dihirup oleh masyarakat setempat.
Infrastruktur listrik yang mendukung AI sangat bergantung pada bahan bakar fosil, menciptakan dampak yang tidak terukur terhadap kualitas udara regional.
Sumber Polusi Pusat Data
Pusat data AI tidak mengeluarkan polusi secara langsung. Namun, mereka menarik listrik dalam jumlah besar dari jaringan regional.
Di banyak wilayah Amerika Serikat, listrik tersebut masih berasal dari pembangkit yang membakar batu bara dan gas alam.
Pusat data juga mengandalkan generator diesel cadangan saat terjadi lonjakan jaringan listrik. Kedua sumber energi ini melepaskan partikel halus dan nitrogen oksida.
Pejabat kesehatan masyarakat mengaitkan polutan spesifik ini dengan penyakit pernapasan, penyakit kardiovaskular, dan kematian dini.
Dengan menggunakan model statistik yang dikembangkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), tim peneliti memproyeksikan dampak kesehatan dari lonjakan permintaan listrik ini.
Pada tahun 2030, polusi udara yang disebabkan AI dapat menyebabkan hingga 1.300 kematian dini setiap tahun di Amerika Serikat.
Biaya kesehatan terkait, yang mencakup kanker, asma, penyakit kronis, dan hilangnya produktivitas, diproyeksikan mencapai hingga $21,5 miliar per tahun.
Sebagai perbandingan, beban kesehatan masyarakat ini kira-kira dua kali lipat dari seluruh industri pembuatan baja AS.
Update Terbaru
Ampas Kopi Bisa Perkuat Beton Hingga 30 Persen, Temuan Ilmuwan Australia
Sabtu / 27-06-2026, 21:28 WIB
Sekolah Dimulai Satu Jam Lebih Siang, Ini Dampaknya pada Remaja
Sabtu / 27-06-2026, 21:28 WIB
Dara The Virgin Ungkap Rasa Pacaran dengan Awan Reyhan yang Beda 9 Tahun
Sabtu / 27-06-2026, 21:28 WIB
Cara Mudah Mendapatkan Bansos Tambahan Pangan Terbaru 27 Juni 2026 Lewat Tahap Seleksi
Sabtu / 27-06-2026, 21:21 WIB
Mengganti Gemini dengan Claude, ChatGPT, dan Copilot di Android: Hanya Satu yang Layak Dibayar
Sabtu / 27-06-2026, 21:17 WIB
Asus ROG vs Lenovo Legion: Laptop Gaming Terbaik di Bawah $1.800
Sabtu / 27-06-2026, 21:12 WIB
Kronologi Meninggalnya Nola Dya Sari di Latsarmil Kopdes Merah Putih
Sabtu / 27-06-2026, 21:07 WIB
PNM Salurkan Beasiswa untuk 1.590 Anak Nasabah, Bidik Akses Pendidikan
Sabtu / 27-06-2026, 21:07 WIB
Mulai Juli, AirAsia Hentikan Penerbangan Langsung Singapura-Jakarta
Sabtu / 27-06-2026, 21:07 WIB
Jokowi ke Kader PSI: Hidupkan Mesin Partai, Yakin Lolos ke Senayan
Sabtu / 27-06-2026, 21:02 WIB
Mau Kasur Baru Harga Miring? Beli di Transmart Full Day Sale Aja
Sabtu / 27-06-2026, 21:02 WIB
Jadwal Siaran Langsung Yordania vs Argentina di Piala Dunia 2026
Sabtu / 27-06-2026, 21:02 WIB
Kaesang Sambut Eks Bupati dan Tokoh Partai Lain di Lampung Gabung PSI
Sabtu / 27-06-2026, 21:01 WIB
Alunan Tanjidor Sambut Pramono-Rano di Puncak HUT ke-499 Jakarta
Sabtu / 27-06-2026, 21:00 WIB






