Para peneliti di RMIT University Australia menemukan bahwa ampas kopi bekas dapat diolah menjadi bahan aditif yang memperkuat beton hingga 30 persen.

Temuan yang dipublikasikan di Journal of Cleaner Production ini menawarkan solusi bagi dua masalah besar: limbah kopi global dan dampak lingkungan dari industri konstruksi.

in1

>>> Sekolah Dimulai Satu Jam Lebih Siang, Ini Dampaknya pada Remaja

Dari Limbah Kopi Menjadi Beton Kuat

Setiap tahun, dunia menghasilkan sekitar 10 miliar kilogram limbah kopi. Sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir dan menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Tim peneliti mengembangkan metode pirolisis, yaitu memanaskan ampas kopi pada suhu lebih dari 350 derajat Celcius tanpa oksigen.

Hasilnya adalah biochar, material berpori kaya karbon yang dapat dicampurkan ke dalam semen.

Pendekatan ini mengurangi volume limbah organik, menekan kebutuhan pasir alam, dan meningkatkan kekuatan beton hingga 30 persen.

>>> Cara Mudah Mendapatkan Bansos Tambahan Pangan Terbaru 27 Juni 2026 Lewat Tahap Seleksi

Langkah Selanjutnya

Meski menjanjikan, inovasi ini masih dalam tahap awal dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Para ilmuwan kini fokus menguji ketahanan jangka panjang beton campuran kopi, termasuk terhadap siklus beku-cair, serapan air, dan abrasi.

Mereka juga mengeksplorasi sumber limbah organik lain untuk produksi biochar.

>>> Mengganti Gemini dengan Claude, ChatGPT, dan Copilot di Android: Hanya Satu yang Layak Dibayar

Jika terbukti layak, metode ini dapat mengubah industri konstruksi dan menjadikan ampas kopi sebagai bahan bangunan berkelanjutan.