Tiga siswa sekolah menengah atas (SMA) di Jakarta meluncurkan inisiatif bernama IndoChar yang mengolah limbah pertanian menjadi biochar sebagai solusi perubahan iklim.

Program ini digagas oleh David N.

in1

>>> Harga Minyak Turun ke US$75 Meski Ada Kapal Diserang di Dekat Oman

Chung dari Jakarta Intercultural School (JIS), bersama Aranya Surjawirawan dari Springfield International School dan Rafael Benjamin Ali dari Jakarta Nanyang School.

IndoChar berfokus pada penghilangan karbon melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Limbah pertanian dan kehutanan yang sebelumnya dibakar diolah menjadi biochar, material kaya karbon yang meningkatkan kualitas tanah dan menyimpan karbon dalam jangka panjang.

Untuk menjaga transparansi, IndoChar membangun sistem Digital Monitoring, Reporting and Verification (DMRV) yang mencatat dan memverifikasi data produksi biochar serta penggunaannya di lahan.

Biochar yang dihasilkan dimanfaatkan petani untuk menyuburkan tanah, sementara karbon yang tersimpan permanen menghasilkan Carbon Removal Credits. Kredit ini dapat diperdagangkan kepada perusahaan yang memiliki target dekarbonisasi.

Berawal dari Magang di Sumatera Selatan

Gagasan mendirikan IndoChar muncul setelah David N. Chung mengikuti program magang di perusahaan konservasi Forest Carbon pada 2025, saat usianya masih 15 tahun.

Selama magang, ia mengunjungi sejumlah desa di Sumatera Selatan dan melihat langsung limbah biomassa dari aktivitas pertanian dan kehutanan yang kerap dibakar hingga menimbulkan emisi karbon dan polusi udara.

"Yang menarik bagi kami adalah bagaimana satu solusi berkelanjutan dapat menciptakan nilai bagi banyak pihak sekaligus, petani diuntungkan, kualitas tanah meningkat, limbah berkurang, dan karbon dapat dihilangkan dari atmosfer secara bersamaan," ujar David dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).

Perjalanan IndoChar dimulai pertengahan 2025 melalui proyek percontohan di Lampung Selatan. Residu pertanian dari petani lokal diolah menjadi biochar melalui proses pirolisis menggunakan fasilitas produksi berstandar internasional.