Berkat keberhasilan itu, dalam waktu kurang dari satu tahun, IndoChar mengantongi pendanaan awal dari beberapa perusahaan multinasional di bidang lingkungan.

>>> Warga Menjarah Supermarket usai Gempa Dahsyat Venezuela

Implementasi di Desa Kepayang

in1

Pada 18 Juni 2026, IndoChar resmi meluncurkan proyek implementasi pertamanya di Desa Kepayang, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Di desa berpenduduk sekitar 2.600 jiwa itu, mereka memasang lima unit fasilitas produksi untuk mengolah limbah pertanian warga di kawasan lahan gambut.

Solusi ini menjadi alternatif pengelolaan yang efektif guna menghindari praktik pembakaran terbuka yang berisiko tinggi di ekosistem gambut.

Kepala Desa Kepayang, Berry Andrianto, menyambut positif implementasi proyek tersebut. "IndoChar menawarkan solusi yang tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan manfaat bagi masyarakat.

Kami berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan warga desa," ucap dia.

Model yang dikembangkan IndoChar dirancang agar dapat direplikasi pada berbagai komunitas pertanian dan perkebunan di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa.

Dalam satu tahun ke depan, IndoChar menargetkan ekspansi ke tiga hingga lima lokasi baru di berbagai wilayah Indonesia.

Tujuan utamanya adalah membangun model di mana masyarakat desa menjadi bagian dari solusi perubahan iklim sekaligus memperoleh manfaat langsung.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif ini sebagai bentuk dorongan terhadap kapabilitas talenta muda Indonesia.

>>> Luhut Bantah Pembentukan Family Office Gunakan APBN

Melalui moto Helping Farmers, Healing Soil, Removing Carbon, IndoChar menunjukkan bahwa inovasi yang digerakkan generasi muda dapat menjawab tantangan perubahan iklim secara inklusif.