Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang melanda Venezuela pada Rabu (24/6) memicu aksi penjarahan di wilayah La Guaira.

Sehari setelah gempa dahsyat itu, sebuah supermarket di negara bagian La Guaira dijarah, menurut wartawan AFP di lokasi.

in1

>>> Luhut Bantah Pembentukan Family Office Gunakan APBN

Pria dan wanita terlihat meninggalkan toko yang sebagian terbakar di kota Catia La Mar sambil membawa tas berisi barang.

Aksi ini dipicu oleh kelangkaan akut, sehingga warga fokus mengambil makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Wilayah pesisir La Guaira menjadi yang paling parah terkena dampak gempa.

Infrastruktur hancur, pasokan listrik dan air bersih terputus, dan warga terpaksa tidur di jalanan karena rumah mereka runtuh.

Warga mengeluhkan lambatnya kedatangan bantuan kemanusiaan dan alat berat untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun.

Sebuah hotel besar di tepi pantai di Kota Macuto, La Guaira, ambruk setelah dua gempa.

>>> Mutasi Polri: Kapolda Aceh dan Papua Barat Daya Diganti

Bangunan delapan lantai dengan 106 kamar itu hanya menyisakan bagian pintu masuk yang masih berdiri, sementara puing-puing menutupi area sekitarnya.

Rekaman lain dari kawasan pesisir Macuto menunjukkan sejumlah bangunan di sepanjang garis pantai mengalami kerusakan parah.

Militer Venezuela mulai mengerahkan rumah sakit lapangan di sekitar stadion lokal La Guaira untuk penanganan darurat korban cedera.

Tim pencari dan penyelamat internasional dari Spanyol, Amerika Serikat, dan Meksiko dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi bencana.

Korban meninggal akibat gempa kembar ini bertambah menjadi 235 orang hingga Jumat (26/6).

>>> Hasil Piala Dunia 2026: Australia dan Paraguay Bermain Imbang Tanpa Gol

Kementerian Kesehatan Venezuela juga menyampaikan bahwa lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka, dikutip dari AFP.