Wartawan senior Hersubeno Arief menegaskan tidak ada yang meragukan niat baik Presiden Prabowo Subianto dalam menyejahterakan rakyat melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, menurutnya, dalam kebijakan publik niat baik saja tidak cukup. Keberhasilan program ditentukan oleh kesiapan yang matang, mulai dari perencanaan hingga mitigasi risiko.

in1

>>> Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Pro: Kamera 200MP Ganda dan Snapdragon 8 Elite Gen 6

"Tidak ada yang meragukan niat pemerintah, Bapak Prabowo membangun ekonomi desa. Kemudian gagasan memperkuat koperasi desa pada dasarnya kan merupakan ide yang baik.

Sama halnya juga dengan soal program Makan Bergizi Gratis," ucap Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Jumat (26/6).

"Tetapi kan dalam kebijakan publik, niat baik saja itu tidak cukup.

Yang menentukan keberhasilan adalah kualitas perencanaan, mitigasi risiko, transparansi pengadaan, dan kemampuan mengantisipasi persoalan sebelum menjadi krisis," tegasnya.

>>> Harga iPad dan Mac Naik Drastis Akibat Lonjakan Permintaan Chip AI

Luhut Akui Perencanaan MBG Kurang Matang

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui persoalan Program MBG terletak pada perencanaan.

Luhut menegaskan bahwa perencanaan program MBG memang belum disiapkan secara matang sehingga menimbulkan berbagai persoalan dalam pelaksanaannya.

Menurutnya, masalah tersebut dapat dihindari sejak awal jika penyusunan program dilakukan melalui kajian komprehensif.

"Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita, yang sebenarnya enggak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya, dilakukan dengan proper.

>>> Qualcomm Siapkan Banyak Chipset Snapdragon 8 Series Tahun Ini, Spesifikasi Bocor

Jadi masalah kita adalah ide-ide besar presiden tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua lah," ujarnya dalam sebuah seminar di kantornya, Kamis (25/6/2026).