Dua gempa dahsyat mengguncang Venezuela pada Kamis (25/6). Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2, disusul gempa kedua magnitudo 7,5.

Bencana ini menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah. Situasi semakin rumit karena Venezuela masih dilanda krisis politik dan ekonomi.

in1

>>> Ratusan Calon Maba Kampus Negeri di Jateng Mundur, Ini Penjelasannya

Korban Jiwa dan Kerusakan

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez melaporkan 188 orang tewas dan 971 luka-luka. Jumlah korban diperkirakan bertambah karena tim penyelamat masih mencari korban di reruntuhan.

United States Geological Survey (USGS) memperkirakan korban tewas bisa mencapai ratusan ribu.

Peluang 44 persen angka kematian melampaui 10.000 orang, dan 30 persen bisa melebihi 100.000 orang.

Kota pesisir Catia la Mar mengalami pemadaman listrik. Banyak warga menghabiskan malam di jalanan atau mencari kerabat yang hilang.

>>> Link Live Streaming Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026

Puluhan bangunan di Catia hancur, dengan retakan besar dan dinding runtuh. Seorang perempuan mengaku anaknya terjebak di reruntuhan gedung 12 lantai.

Bantuan Internasional

Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan China menyatakan siap mengirim bantuan.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau mengatakan pihaknya berkomunikasi dengan otoritas Venezuela untuk memobilisasi bantuan darurat, terutama medis.

AS telah mengaktifkan tim bantuan bencana dan gugus tugas khusus. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyatakan akan melakukan segala upaya untuk membantu Venezuela.

>>> Bahlil: CNG Pengganti LPG 3 Kg Mulai Diproduksi Juli 2026

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa. Ia mengatakan Ankara berdiri di samping warga Venezuela yang mengalami masa sulit.