Jumlah korban tewas akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi 188 orang per Kamis (25/6).

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengumumkan bahwa 1.520 orang lainnya mengalami luka-luka.

in1

>>> Ekuador Gebuk Jerman, Pantai Gading Gilas Curacao di Piala Dunia 2026

Ratusan orang diperkirakan masih hilang dan terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan banyak bangunan retak, runtuh, atau miring secara berbahaya akibat gempa.

Upaya penyelamatan berjalan lambat. Banyak korban tewas masih terjebak berjam-jam setelah gempa.

Di negara bagian La Guaira yang paling parah terdampak, warga mendengar suara anak kecil berteriak minta tolong dari reruntuhan.

"Kami butuh personel militer untuk membantu mengeluarkan mereka," kata Dani Rizo, seorang warga, dikutip AFP.

>>> Vance Sindir Diddy sebagai 'Teolog Kristen Hebat'

Tak lama kemudian, anak perempuan yang terjebak itu dilaporkan meninggal dunia.

Di lokasi lain di La Guaira, suara tiga orang terdengar dari reruntuhan. "Mereka masih hidup, tapi kami tak punya alat untuk menolong," ujar Antonio Bermudez.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengunjungi La Guaira pada Kamis setelah daerah itu dinyatakan sebagai zona bencana.

Bantuan mulai berdatangan dari Swiss, Spanyol, Prancis, Portugal, dan Meksiko berupa spesialis dan tim penyelamat.

>>> Podcast AmCham: Gen Z dan Tantangan di Dunia Kerja

China, India, Brasil, dan Iran yang tengah dilanda perang juga menawarkan bantuan. Amerika Serikat memobilisasi bantuan sebesar US$150 juta (sekitar Rp2,7 triliun).