Jepang mulai merekrut sopir bus dari luar negeri untuk mengatasi krisis kekurangan tenaga kerja yang semakin parah.

Perusahaan transportasi di Negeri Sakura kini mengandalkan pekerja asing, termasuk dari Indonesia, agar layanan bus tetap berjalan.

in1

>>> YouTube Shorts Hadirkan Kecepatan 2x, Mode Layar Bersih, dan Fitur Baru Lainnya

Salah satunya adalah Mahatmi Rismartanti (27), perempuan asal Indonesia yang berhasil mewujudkan mimpinya menjadi sopir bus di Jepang setelah menjalani pelatihan selama enam bulan.

"Saya sangat bersemangat.

Saya akan memastikan membawa penumpang sampai tujuan dengan selamat," kata Mahatmi, dikutip dari NHK World, Jumat (26/5/2026).

Mahatmi direkrut oleh perusahaan operator bus besar Jepang, Tokyu Bus, bersama dua warga Indonesia lainnya melalui skema visa pekerja terampil atau Specified Skilled Worker (SSW).

Program visa tersebut dibentuk pemerintah Jepang untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor.

Tokyu Bus mengungkapkan sekitar 60% pengemudinya kini berusia 50 tahun ke atas.

Dengan banyaknya pegawai yang mendekati masa pensiun, perusahaan mulai membuka peluang lebih besar bagi tenaga kerja asing.

"Kami menghadapi kekurangan tenaga kerja yang akan semakin parah di masa depan. Kami tidak punya pilihan selain melangkah ke arah ini," ujar Executive Officer Tokyu Bus, Okano Kyoko.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Tokyu Bus. Operator bus di seluruh Jepang menghadapi persoalan serupa.

Kelompok industri memperkirakan negara tersebut akan kekurangan sekitar 30.000 sopir bus dalam beberapa tahun ke depan.

Akibatnya, sejumlah perusahaan mulai merekrut pelamar tanpa pengalaman mengemudikan kendaraan besar. Mereka bahkan menawarkan bonus khusus dan berbagai fasilitas tambahan untuk menarik minat calon pengemudi.

Tak Sekadar Bisa Menyetir