Banyak orang menganggap sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil sebagai bagian normal dari penuaan.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan ini bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan yang perlu diperiksa.

in1

>>> Jadwal KA Kuala Stabas 2026 Tanjungkarang–Baturaja, Tiket Mulai Rp30 Ribu

Kondisi ini dikenal sebagai nocturia, yaitu kebiasaan buang air kecil setelah tertidur. Menurut National Library of Medicine NIH, lebih dari 50 juta orang di Amerika Serikat mengalaminya.

Sekitar separuh orang dewasa berusia di atas 65 tahun bahkan terbangun setidaknya satu kali setiap malam untuk ke kamar mandi.

Kapan Nocturia Dianggap Tidak Normal?

Ahli urologi Justin Dubin dari Memorial Healthcare System AS mengatakan kebiasaan ini tidak boleh dianggap sepele. Terutama jika mulai sering terjadi atau mengganggu kualitas tidur.

"Terbangun untuk buang air kecil bisa menjadi tanda peringatan atau gejala dari masalah kesehatan yang belum terdeteksi," ujar Dubin, dikutip dari USA Today, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Dubin, sesekali bangun satu kali di malam hari masih wajar. Namun jika secara konsisten terbangun dua kali atau lebih setiap malam, maka itu sudah dianggap tidak normal.

Ia menyarankan untuk mencermati asupan cairan sebelum tidur, khususnya dua jam sebelum waktu tidur. Perhatikan juga konsumsi alkohol atau kafein karena bersifat diuretik.

Nocturia bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari gangguan tidur, produksi urin berlebih saat malam, masalah kapasitas kandung kemih, hingga ketidakseimbangan hormon.

>>> Cara Cek Penerima BPJS Kesehatan Gratis Lewat HP dengan NIK

Penggunaan obat-obatan tertentu seperti diuretik juga bisa menjadi penyebab.

Bila obat adalah pemicunya, dokter mungkin menyarankan mengubah waktu konsumsinya, misalnya diminum pagi hari ketimbang sebelum tidur.