Ginjal merupakan organ vital yang bertugas menyaring zat beracun dari darah serta menjaga keseimbangan mineral dan elektrolit seperti natrium, kalium, fosfor, dan kalsium.

Fungsi ini penting untuk mendukung kerja sel, saraf, dan otot.

in1

>>> Profil Baskara Putra, Musisi Hindia yang Jadi Sorotan Usai Kontroversi Diduga Dukung Kaum LGBT

Chiropractor dan penulis nutrisi Dr. Eric Berg mengungkapkan beberapa makanan yang ampuh menjaga dan meningkatkan fungsi ginjal.

Berikut tiga makanan tersebut, dikutip dari Times of India, Sabtu (27/6/2026).

Mentimun

Hidrasi yang cukup sangat penting bagi kesehatan ginjal. Dr. Berg menyarankan memasukkan mentimun ke dalam menu makanan karena kandungan airnya mencapai 95%.

Kandungan air ini membantu membuang produk limbah dari ginjal, seperti kreatinin dan asam urat.

Mentimun juga rendah kalori, sehingga bisa dikonsumsi dalam jumlah banyak tanpa khawatir mengganggu target berat badan.

Lemon

Lemon bermanfaat untuk fungsi ginjal, terutama mencegah dan membantu mengatasi batu ginjal berkat kandungan asam sitratnya. Asam sitrat dapat mengikat kalsium dalam urine, sehingga mencegah pembentukan batu ginjal.

>>> Panduan Cek Desil 1 Sampai 10 Tahun 2026 Secara Online di HP

Cara sederhana memanfaatkan lemon adalah dengan menambahkan sari lemon segar ke dalam air atau teh.

Konsumsi rutin juga dapat menurunkan kadar asam urat yang bisa membebani ginjal jika meningkat.

Peterseli

Peterseli atau parsley bersifat diuretik, yang berarti membantu meningkatkan produksi urine dan mengeluarkan racun dari tubuh, termasuk yang dapat menyebabkan batu ginjal.

Tanaman ini mengandung flavonoid seperti apigenin, luteolin, dan quercetin yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Sebuah studi tahun 2024 menemukan bahwa peterseli dapat mengurangi stres oksidatif, meningkatkan biomarker metabolik, dan menghambat pertumbuhan bakteri serta jamur.

>>> Cara Mudah Cek Status BPJS PBI Secara Online Lewat HP

Studi lain tahun 2017 pada tikus dengan batu ginjal menunjukkan penurunan ekskresi kalsium dan protein urin, serta peningkatan pH urin dan frekuensi buang air kecil.