Pasukan Israel akan meninggalkan dua wilayah di Lebanon setelah kesepakatan damai ditandatangani kedua belah pihak.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan menarik diri dari utara dan selatan Sungai Litani. Wilayah tersebut akan diserahkan kepada militer Lebanon.

in1

>>> Daftar 27 Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Tersisa 5 Tiket

Netanyahu menyebut langkah ini sebagai upaya meninggalkan lokasi yang "tidak dibutuhkan" di Lebanon. Ia juga menilai kesepakatan itu sebagai pukulan besar bagi Iran.

"Iran mencoba memaksa kami untuk menarik diri dari Lebanon selatan dengan kekerasan.

Pada intinya, Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat mengatakan kepada mereka: ini bukan urusan kalian," kata Netanyahu, dikutip CNN.

Sebagai bagian dari perjanjian, Angkatan Bersenjata Lebanon akan bergerak ke wilayah-wilayah tersebut. Ini juga menjadi program percontohan.

>>> Vivo X300 vs X300 Ultra: Pilih Flagship Compact atau Premium?

Sebelumnya, Israel dilaporkan mempertimbangkan penarikan "simbolis" dari wilayah pendudukan di Lebanon selatan.

Militer Israel pada Kamis juga menyatakan akan mengurangi pasukannya untuk sementara waktu, tanpa merinci wilayah yang dimaksud.

Penarikan pasukan ini merupakan hasil perjanjian damai Israel-Lebanon yang diteken pada Jumat. Perjanjian itu disebut akan menjadi kerangka upaya perdamaian kedua negara.

Lebanon kembali terseret konflik setelah Hizbullah menggempur Israel sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

>>> Fakta dan Sebaran 5 Peserta Latsarmil Kopdes/Kampung Nelayan yang Meninggal

Khamenei tewas dalam serangan Israel dan AS ke Iran pada 28 Februari.