Jenderal vs Menteri Israel Ribut saat Rapat, Netanyahu Turun Tangan
Kepala Staf Militer Israel (IDF), Letjen Eyal Zamir, terlibat perselisihan sengit dengan sejumlah menteri kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam rapat kabinet pada Kamis (25/6) malam.
Pertengkaran itu dipicu oleh keluhan para menteri mengenai pembatasan terhadap pasukan Israel di bawah gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon.
>>> Sosok FP Pria Diduga Aniaya Caddy Golf di Tangerang Ditangkap, Polisi Dalami Motif Cemburu
Zamir menyalahkan para menteri yang mengeluhkan pembatasan tersebut. "Kalian sendiri yang menginginkan gencatan senjata," kata Zamir dalam rapat seperti dilaporkan media Israel Ynet.
Netanyahu kemudian menegaskan bahwa militer Israel tetap bebas merespons ancaman langsung terlepas dari kesepakatan gencatan senjata. "Terhadap setiap ancaman langsung, para prajurit di lapangan akan merespons.
Kami tidak membatasi satu pun prajurit," ujarnya.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengkritik pernyataan tersebut. Ia bertanya, "Bagaimana dengan ancaman yang sedang berkembang?
Jika Hizbullah terlihat mempersenjatai diri kembali, mengapa mereka tidak langsung dihancurkan?"
Menteri Permukiman dan Misi Nasional Orit Strock menambahkan bahwa para prajurit mengeluhkan pembatasan dan merasa "seperti berada di arena tembak."
Ben-Gvir kemudian menanggapi Zamir dengan mengatakan, "Saya tidak menginginkan gencatan senjata. Justru karena alasan itulah."
>>> Pesawat Kecil Tabrak Gedung Tertinggi di Beijing, China
Netanyahu berusaha menenangkan para menteri dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat memahami hak Israel untuk membela diri.
Menteri Pertahanan Israel Katz juga menegaskan bahwa setiap prajurit dapat langsung merespons ancaman.
"Ada keuntungan dan kerugian dari gencatan senjata, tetapi kami tidak membahayakan satu pun prajurit," ujar Katz.
Strock mengatakan Hizbullah terus memindahkan amunisi, sementara Menteri Yitzhak Wasserlauf mengeluhkan bahwa pasukan Israel tidak dapat merespons ancaman di luar garis kuning.
Ben-Gvir menyerukan agar Israel membatalkan perjanjian gencatan senjata. "Ada prajurit yang terluka.
Kita bisa menyerang ratusan target dan membombardir mereka," paparnya.
>>> Stasiun KRL JIS Perpanjang Jam Operasional saat Ada Konser
Perdebatan ini terjadi saat perundingan Israel-Lebanon di Washington berlangsung tegang, meski akhirnya disepakati pada Sabtu (27/6).
Update Terbaru
ATEEZ 'Bad' Picu Perdebatan Soal Porsi Yeosang dan Konsep Latin
Sabtu / 27-06-2026, 14:14 WIB
Agensi Kim Junsu Putus Kerja Sama dengan Produser Terkait Dugaan Penipuan dan Pencurian
Sabtu / 27-06-2026, 14:14 WIB
Vivo Y6A Resmi Rilis dengan Baterai 7.200 mAh dan Snapdragon 4 Gen 2
Sabtu / 27-06-2026, 14:14 WIB
Lenovo Luncurkan Laptop dan Tablet Edisi Khusus FIFA World Cup 2026 di Indonesia
Sabtu / 27-06-2026, 14:14 WIB
Sering Bangun Kencing Malam, Normalkah? Ini Kata Ahli
Sabtu / 27-06-2026, 14:13 WIB
Jadwal KA Kuala Stabas 2026 Tanjungkarang–Baturaja, Tiket Mulai Rp30 Ribu
Sabtu / 27-06-2026, 14:13 WIB
Cara Cek Penerima BPJS Kesehatan Gratis Lewat HP dengan NIK
Sabtu / 27-06-2026, 14:13 WIB
Kasus Penganiayaan Caddy Golf Modernland Diusut, Polisi Dalami Dugaan Pelaku Seorang Pejabat
Sabtu / 27-06-2026, 14:08 WIB
SELAMAT! DJ Una Resmi Dilamar Andi Agum Pada Jumat, 26 Juni 2026 Bagikan Momen Bahagia Pertunangan
Sabtu / 27-06-2026, 14:01 WIB
Nicholas Rossi, Pria yang Pura-pura Mati untuk Hindari Tuduhan Pemerkosaan, Meninggal di Penjara
Sabtu / 27-06-2026, 14:01 WIB
Cara Mudah Mengecek Saldo Bansos PKD Juni 2026 via Rekening Bank DKI
Sabtu / 27-06-2026, 14:01 WIB
OnePlus N6 Terungkap Sebelum Peluncuran: Termasuk Charger 45W dan Casing
Sabtu / 27-06-2026, 14:01 WIB
Penjelasan Ending Notes from the Last Row: Dendam Lee Kang Berujung Kehancuran Heo Mun Oh
Sabtu / 27-06-2026, 13:59 WIB






