Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan militer ke Iran. Langkah ini diambil setelah AS menuding Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata di Selat Hormuz.

Serangan menyasar sejumlah fasilitas militer Iran yang berkaitan dengan rudal dan drone.

in1

>>> Trump Beri Peringatan Keras, Iran Sebut AS Bakal Menyesal usai Serangan Terbaru

Komando Pusat AS menyatakan pesawat tempur dikerahkan untuk menghantam lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar pantai Iran.

Operasi tersebut dilakukan pada Kamis (25/6) waktu setempat. Komando Pusat AS menuduh Iran melakukan agresi tidak beralasan terhadap pelayaran komersial.

"Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata. Perilaku berbahaya Iran telah merusak kebebasan navigasi," kata Komando Pusat.

Serangan ini terjadi hanya sepekan setelah AS dan Iran disebut menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik. Kesepakatan itu juga mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Saat ditanya mengenai konsekuensi atas dugaan pelanggaran gencatan senjata, Trump memberi jawaban singkat. Ia mengisyaratkan akan ada tindakan terhadap Iran.

>>> OnePlus Nord 6 vs OnePlus 13R: Mana yang Lebih Worth It?

"Anda akan mengetahuinya," ucap Trump.

Iran membantah tuduhan telah melanggar kesepakatan damai. Korps Garda Revolusi Islam Iran justru menuding AS lebih dulu mengingkari isi perjanjian.

Dalam pernyataannya, Iran menyebut AS melanggar komitmen dan menyerang pantai Republik Islam Iran dengan serangan udara.

Tuduhan itu dikaitkan dengan pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis di Lebanon selatan.

>>> Prediksi Chris 'The Bear' Fallica untuk Match Day 17 Piala Dunia

Perang pernyataan antara kedua negara kembali meningkatkan ketegangan di kawasan. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia.