Iran Geram soal Serangan Baru AS: Penyesalan di Pihak Mereka!
Iran mengecam serangan terbaru Amerika Serikat dan menilai Presiden Donald Trump melanggar gencatan senjata serta nota kesepahaman (MoU) yang baru diteken di Swiss.
Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menilai Trump tidak memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip perundingan maupun gencatan senjata.
>>> Daftar 26 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
"Pelanggaran gencar terhadap gencatan senjata ini, seperti yang selalu terjadi, hanya akan berujung pada kemunduran dan penyesalan di pihak mereka," kata Azizi seperti dikutip Al Jazeera.
"Saling menyalahkan tidak lagi berhasil," tambah Azizi melalui akun X miliknya.
Korps Garda Revolusi Iran pada Sabtu (27/6) menyerang lokasi-lokasi milik AS di kawasan Teluk sebagai balasan atas gempuran Amerika di Iran.
"Jika agresi tersebut terulang, tanggapan kami akan lebih luas daripada ini," ujar pihak Garda Revolusi, sebagaimana dikutip dari AFP.
Komando Pusat Militer (CENTCOM) AS pada Jumat kembali meluncurkan serangan di wilayah Iran. Mereka berdalih operasi ini sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
"Sebuah pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta fasilitas radar di pesisir pantai," ujar CENTCOM, melansir Anadolu.
>>> Alasan Jokowi Pilih Lampung untuk Safari Politik Perdana Bersama PSI
Seorang pejabat senior AS mengatakan, empat target di sepanjang pantai Iran yang berbatasan dengan Selat Hormuz dan Pulau Qeshm dihantam oleh enam pesawat AS.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Teheran meluncurkan setidaknya empat drone serang ke arah kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Pasukan AS mencegah tiga di antaranya, sementara satu drone yang tersisa menghantam kapal kargo dan memicu kerusakan.
Dalam akun media sosialnya, Truth Social, Trump menggambarkan serangan itu sebagai 'pelanggaran bodoh' terhadap perjanjian gencatan senjata.
Wakil Presiden AS JD Vance juga ikut mengancam Iran dengan mengatakan bahwa 'kekerasan akan dibalas dengan kekerasan'.
"Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah menghormatinya.
>>> Cara Cek Sisa Umur HP Android, Simak Langkah Mudahnya
Jika mereka memiliki perbedaan pendapat tentang bagaimana nota kesepahaman (MoU) diterapkan, mereka dapat menghubungi kami melalui telepon," tulis Vance dalam unggahan media sosialnya.
Update Terbaru
Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series untuk Back to School, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Sabtu / 27-06-2026, 12:07 WIB
PHK Melonjak di Singapura, Lulusan Sarjana Paling Banyak Jadi Korban
Sabtu / 27-06-2026, 12:07 WIB
Jadwal Tayang dan Sinopsis Drama Korea Agent Kim Reactivated
Sabtu / 27-06-2026, 12:07 WIB
Jadwal Masuk Sekolah Ajaran Baru 2026/2027, Orang Tua Wajib Tahu
Sabtu / 27-06-2026, 12:07 WIB
26 Negara Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya
Sabtu / 27-06-2026, 12:07 WIB
Selat Hormuz Kembali Memanas, AS Serang Iran usai Tuding Langgar Kesepakatan Damai
Sabtu / 27-06-2026, 11:57 WIB
Trump Beri Peringatan Keras, Iran Sebut AS Bakal Menyesal usai Serangan Terbaru
Sabtu / 27-06-2026, 11:57 WIB
OnePlus Nord 6 vs OnePlus 13R: Mana yang Lebih Worth It?
Sabtu / 27-06-2026, 11:56 WIB
Prediksi Chris 'The Bear' Fallica untuk Match Day 17 Piala Dunia
Sabtu / 27-06-2026, 11:52 WIB
Angels Pecat GM Perry Minasian, Tunjuk John Mozeliak sebagai Konsultan
Sabtu / 27-06-2026, 11:52 WIB
Cara Mencairkan 5 Bantuan Sosial Tahap 3 yang Disalurkan Pemerintah Juli 2026
Sabtu / 27-06-2026, 11:52 WIB
Profil Chika Yenalovy Jadi Sorotan Usai Datangi Jokowi dan Dikaitkan dengan Prewedding di Prambanan
Sabtu / 27-06-2026, 11:48 WIB
Gelombang Panas Prancis, Warga Panic Buying Serbu AC
Sabtu / 27-06-2026, 11:46 WIB
Polisi Tetapkan FP Tersangka Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang
Sabtu / 27-06-2026, 11:46 WIB






