Iran Balas Serangan AS dengan Gempuran di Teluk
Korps Garda Revolusi Iran pada Sabtu (27/6) menyerang lokasi-lokasi milik Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Serangan itu dilakukan sebagai balasan atas gempuran yang dilancarkan AS di Iran sebelumnya.
>>> Babak I: Parkir Bus Uruguay Sulit Ditembus, Spanyol Unggul 1-0
"Jika agresi tersebut terulang, tanggapan kami akan lebih luas daripada ini," ujar pihak Garda Revolusi, sebagaimana dikutip dari AFP.
Latar Belakang Serangan
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) pada Jumat (26/6) meluncurkan serangan di wilayah Iran.
Mereka berdalih operasi itu sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
"Sebuah pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta fasilitas radar di pesisir pantai," ujar CENTCOM, melansir Anadolu.
Seorang pejabat senior AS mengatakan, empat target di sepanjang pantai Iran yang berbatasan dengan Selat Hormuz dan Pulau Qeshm dihantam oleh enam pesawat AS.
Presiden AS Donald Trump menyebut Teheran meluncurkan setidaknya empat drone serang ke arah kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
>>> Pete Buttigieg Jadi Korban Laporan Palsu Terkait Anak Kembarnya
Pasukan AS, sebutnya, mencegah tiga di antaranya, sementara satu drone yang tersisa menghantam kapal kargo dan memicu kerusakan.
Di akun media sosialnya, Truth Social, Trump menggambarkan serangan itu sebagai 'pelanggaran bodoh' terhadap perjanjian gencatan senjata.
Wakil Presiden AS JD Vance juga mengancam Iran dengan mengatakan bahwa 'kekerasan akan dibalas dengan kekerasan'.
"Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah menghormatinya.
Jika mereka memiliki perbedaan pendapat tentang bagaimana nota kesepahaman (MoU) diterapkan, mereka dapat menghubungi kami melalui telepon," tulis Vance dalam unggahan media sosialnya.
Pada Kamis (25/6), Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan, sebuah kapal kargo terkena proyektil tak dikenal di lepas Pantai Oman.
>>> Gubernur North Carolina Kecam Bendera Konfederasi di Pameran Negara Bagian
Meski tak ada korban jiwa, proyektil itu memicu kerusakan pada anjungan kapal.
Update Terbaru
Fenomena Warga China Ramai-Ramai Masuk Islam, Ini Alasannya
Sabtu / 27-06-2026, 10:02 WIB
Daftar Lengkap Lokasi SPKLU di Medan untuk Tipe Pengecasan Medium
Sabtu / 27-06-2026, 10:02 WIB
Akhir Penentuan! Nano Machine Chapter 318 Bahasa Indonesia English Raw Update
Sabtu / 27-06-2026, 10:00 WIB
Nubia Neo 5 Max Resmi: Layar 7,5 Inci 1,5K dan Chip Dimensity 7100
Sabtu / 27-06-2026, 09:56 WIB
Mets Pecat Carlos Mendoza, Andy Green Jadi Manajer Interim
Sabtu / 27-06-2026, 09:50 WIB
Empat Pelajaran dari Kemenangan Telak Senegal atas Irak di Grup I Piala Dunia
Sabtu / 27-06-2026, 09:49 WIB
Cara Cek Status Penyaluran Bansos Atensi YAPI Juni 2026
Sabtu / 27-06-2026, 09:49 WIB
Cara Cepat Mengetahui Update Harga Mac dan iPad Apple 2026
Sabtu / 27-06-2026, 09:49 WIB
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs India di Semifinal AVC Men's Cup 2026
Sabtu / 27-06-2026, 09:46 WIB
Lari Marathon Bisa Picu Kerusakan Ginjal, Kenali Rhabdomyolysis
Sabtu / 27-06-2026, 09:43 WIB
Strategi Pilih Reksa Dana dan Obligasi saat BI Rate Naik
Sabtu / 27-06-2026, 09:42 WIB
Hasil Piala Dunia: Canobbio Kartu Merah, Spanyol Singkirkan Uruguay
Sabtu / 27-06-2026, 09:42 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Cape Verde Lolos ke 32 Besar, Saudi Tersingkir
Sabtu / 27-06-2026, 09:42 WIB
Fakta-fakta Jokowi Kembali Blusukan, Diawali Lampung dengan Topi PSI
Sabtu / 27-06-2026, 09:42 WIB






