Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) kembali melancarkan serangan di wilayah Iran pada Jumat (26/6).

Operasi ini merupakan respons atas serangan terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

in1

>>> Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp26,34 Triliun, Efektifkah Dongkrak Konsumsi?

CENTCOM menyatakan bahwa pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta fasilitas radar di pesisir pantai.

Seorang pejabat senior AS mengatakan empat target di sepanjang pantai Iran yang berbatasan dengan Selat Hormuz dan Pulau Qeshm dihantam oleh enam pesawat AS.

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Teheran meluncurkan setidaknya empat drone serang ke arah kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Pasukan AS berhasil mencegah tiga drone, sementara satu drone menghantam kapal kargo dan menyebabkan kerusakan.

>>> Microsoft Batalkan Fitur AI History Search di Edge, Ini Alasannya

Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menyebut serangan itu sebagai 'pelanggaran bodoh' terhadap perjanjian gencatan senjata.

Wakil Presiden AS JD Vance juga mengancam Iran dengan mengatakan 'kekerasan akan dibalas dengan kekerasan'.

Vance menambahkan bahwa Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata dan AS telah menghormatinya. Jika ada perbedaan pendapat, Iran dapat menghubungi AS melalui telepon.

Sebelumnya pada Kamis (25/6), Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal kargo terkena proyektil tak dikenal di lepas Pantai Oman.

>>> Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos Kemensos atau Tidak

Tidak ada korban jiwa, namun proyektil tersebut memicu kerusakan pada anjungan kapal.