Pesawat tempur Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah instalasi rudal dan drone Iran pada Jumat (28/6/2025).

Serangan ini merupakan balasan atas insiden penyerangan terhadap sebuah kapal kargo sehari sebelumnya.

in1

>>> Prabowo dan Gibran Tampil Beda Gaya di Sarasehan Bersama 2.600 Rektor

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan radar pesisir serta lokasi penyimpanan drone dan rudal Iran.

Ledakan dilaporkan terdengar di dekat kota pesisir Sirik, menurut laporan media Iran yang dikutip Al Jazeera.

Insiden bermula pada Kamis (27/6) ketika kapal kargo berbendera Singapura, M/V Ever Lovely, diserang di dekat perairan Oman.

Beberapa drone satu arah mendekati kapal tersebut.

Presiden Donald Trump melalui media sosial mengatakan bahwa AS berhasil menembak jatuh sebagian drone, namun satu di antaranya berhasil menghantam kapal.

>>> Kakak Yuvita Tak Ingin Taufik Hidayat Dihukum Mati, Minta Diserahkan ke Keluarga

UK Maritime Trade Operations melaporkan bahwa anjungan kapal mengalami kerusakan, tetapi tidak ada korban jiwa dan kapal tetap melanjutkan pelayaran.

CENTCOM menegaskan bahwa serangan terhadap kapal kargo itu jelas melanggar gencatan senjata yang disepakati Iran dan AS pada bulan ini.

Kesepakatan tersebut membuka pintu bagi negosiasi untuk mengakhiri perang.

Akibat serangan tersebut, Organisasi Maritim Internasional PBB menghentikan evakuasi kapal-kapal yang sebelumnya terjebak di Selat Hormuz.

CENTCOM menyatakan bahwa pasukan AS terus memberikan koordinasi dan dukungan lintas aman bagi kapal-kapal niaga yang melintasi selat tersebut.

>>> Militer Israel Soraki Netanyahu, Desak Mundur di Tengah Tekanan Politik

"Militer AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan seluruh aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku penuh," demikian pernyataan CENTCOM.