Timnas Turki mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-2 atas tuan rumah Amerika Serikat di Stadion SoFi, Inglewood, California.

Meski hasil ini tidak cukup untuk melaju ke babak 32 besar, kemenangan tersebut mengembalikan martabat sepak bola Turki setelah dua kekalahan beruntun tanpa gol di awal grup.

in1

>>> PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

Arda Guler Cetak Sejarah

Arda Guler menjadi pahlawan dengan mencetak gol penyeimbang yang memicu kebangkitan tim.

Gol tersebut juga mengantarkannya sebagai pencetak gol termuda Turki di putaran final Piala Dunia pada usia 21 tahun 150 hari.

Penampilan gemilang gelandang Real Madrid itu membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.

"Hari ini, akhirnya kami menang. Kami bisa pulang ke negara kami dengan sedikit lebih bangga.

Semoga kami bisa kembali membuat semua orang bahagia," ujar Guler dikutip dari laman resmi FIFA.

Guler menyesalkan momentum kebangkitan yang datang terlambat. "Kami tahu kami mampu bermain di level seperti itu.

>>> Bintang 'RHOM' Nicole Martin Diam-Diam Nikahi Anthony Lopez

Sayangnya, kami baru menunjukkannya pada pertandingan terakhir," katanya.

Ia kini fokus membangun fondasi jangka panjang bagi masa depan tim nasional Turki. Pengalaman di Piala Dunia ini akan menjadi modal untuk turnamen berikutnya.

Di sisi lain, Amerika Serikat tetap lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup D dengan enam poin.

Mereka akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di Stadion San Francisco Bay Area.

Gelandang Juventus, Weston McKennie, menegaskan kekalahan ini justru memotivasi tim.

>>> Video Viral: Beruang Grizzly Kejar Wanita yang Sedang Hiking di Kanada

"Semua orang tentu ingin memasuki pertandingan berikutnya dengan modal kemenangan, namun menurut saya, hal ini justru akan semakin memotivasi kami," ucapnya.