Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya tidak pernah mengganggu pemerintahan yang sah meski telah mengalami kekalahan sebanyak empat kali dalam pemilihan presiden.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sebuah acara yang dikutip Sabtu (27/6).

in1

>>> Trump Tuding Iran Langgar Gencatan Senjata dengan Serangan Drone di Selat Hormuz

Ia menegaskan bahwa menerima hasil pemilu merupakan bagian dari komitmen terhadap demokrasi yang telah dipilih bangsa Indonesia.

"Saya selalu berusaha dengan persuasi, saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis, saya maju ke rakyat lima kali minta mandat, empat kali tidak diberi mandat, empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut mendapat tepuk tangan dari peserta yang hadir. Prabowo kemudian mengaku bahwa kisah empat kali kekalahannya dalam upaya menjadi presiden justru sering memancing tawa audiens.

"Terima kasih. Karena biasanya kalau saya bilang empat kali kalah, audiens ketawa.

Ini Indonesia itu, kalah itu sedih sebetulnya," katanya.

>>> Roy Suryo Ragukan Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli, Singgung Janji Mobil Esemka

Pentingnya Menerima Hasil Pemilu

Menurut Prabowo, sikap menerima hasil pemilu menjadi fondasi penting agar demokrasi tidak berubah menjadi sumber konflik berkepanjangan.

Indonesia, lanjutnya, telah sepakat menjadikan kedaulatan rakyat sebagai dasar sistem pemerintahan sehingga setiap hasil pemilu harus dihormati.

Prabowo mengakui tidak semua peserta pemilu akan merasa puas terhadap hasil akhir. Namun, ketidakpuasan tidak boleh berkembang menjadi kegaduhan politik yang menghambat pembangunan nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu hambatan terbesar pembangunan nasional adalah apabila para elite politik tidak mampu bekerja sama demi kepentingan bangsa.

>>> Guns N' Roses Pilih Stadion Madya GBK untuk Konser di Jakarta

Persatuan seluruh elemen menjadi syarat utama agar Indonesia mampu mencapai target pembangunan jangka panjang.