Presiden Prabowo Subianto meminta semua pihak untuk menerima hasil demokrasi dan menghentikan kegaduhan politik yang kerap terjadi usai pemilu.

Menurutnya, negara tidak akan mampu mengejar kesejahteraan jika energi terus dihabiskan untuk memperdebatkan hasil kontestasi politik.

in1

>>> Joaquinraptor casali: Dinosaurus dengan Lengan Mengerikan yang Lebih Ganas dari T. rex

"Jadi, kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya adalah pemilihan. Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa?

Apa kita mau gaduh?" ujar Prabowo.

Ia mengingatkan bahwa kegaduhan politik yang berulang hanya akan menghambat pembangunan nasional.

"Habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut, yang kalah ribut, kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?"

lanjutnya.

>>> Pakistan Tegaskan Tak Akan Akui Israel Meski Berhasil Mediasi Iran-AS

Prabowo juga berbagi pengalaman pribadinya yang telah lima kali mengikuti pemilihan presiden. Dari lima kesempatan tersebut, ia mengaku empat kali gagal memperoleh mandat rakyat.

Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah mengganggu pemerintahan yang sah setelah dinyatakan kalah dalam kontestasi politik.

Prabowo menilai keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kemampuan para elite untuk bekerja sama, bukan terus mempertajam perbedaan politik.

Menurutnya, salah satu persoalan mendasar dalam kehidupan bernegara adalah ketika elite politik gagal membangun kolaborasi demi kepentingan bangsa.

Ia menegaskan bahwa demokrasi memberikan ruang bagi setiap orang untuk berbeda pilihan politik. Namun setelah rakyat menentukan pemimpinnya, seluruh pihak harus kembali bersatu.

>>> Pemerintah Tegaskan Patriot Bond Bukan Tax Amnesty, Dana Investor Aman

Bagi Prabowo, menerima hasil pemilu bukan sekadar menghormati pemerintah yang berkuasa, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap keputusan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di Indonesia.