Selama ini Tyrannosaurus rex dikenal sebagai predator paling ganas. Namun, penemuan baru di Patagonia menghadirkan saingan berat: Joaquinraptor casali.

Fosil ini ditemukan pada 2019, butuh tiga musim penggalian penuh untuk mengekstrak seluruh spesimen. Studi baru muncul di Nature Communications.

in1

>>> Pakistan Tegaskan Tak Akan Akui Israel Meski Berhasil Mediasi Iran-AS

Joaquinraptor casali adalah megaraptor Patagonia yang mengesankan, dengan panjang sekitar 7 meter dari moncong ke ekor. Temuan ini memaksa kita memikirkan ulang gambaran predator puncak Cretaceous.

Sementara T. rex mengandalkan gigitan penghancur tulang, pemburu Amerika Selatan ini mengembangkan strategi pembunuhan yang sama sekali berbeda.

Analisis histologi tulang menunjukkan spesimen ini setidaknya berusia 19 tahun, dan para ilmuwan meyakini ia bisa terus tumbuh.

Tim Lucio Ibiricu dari Patagonian Institute of Geology berhasil mengekstrak fosil yang luar biasa lengkap, termasuk sebagian besar tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, dan anggota gerak.

Bukti paling menarik: di antara rahang fosil terdapat tulang kaki dari kerabat purba buaya.

Itu adalah makanan terakhir, membeku dalam batu selama 66 juta tahun—tanda konkret statusnya sebagai predator alfa di ekosistemnya.

Yang membedakan Joaquinraptor adalah lengannya. Ahli paleontologi Steve Brusatte dari University of Edinburgh menyebut lengan Joaquinraptor membuat lengan T.

rex tampak kecil—perbandingan Arnold Schwarzenegger versus Danny DeVito.

Lengan besar itu masing-masing berujung cakar seperti pisau, memungkinkan Joaquinraptor mencengkeram, menyayat, dan menjepit mangsa dengan kelincahan yang tak bisa ditandingi T.

rex.

>>> Pemerintah Tegaskan Patriot Bond Bukan Tax Amnesty, Dana Investor Aman

Megaraptor: Penjahat Belahan Bumi Selatan

Megaraptor berarti 'pencuri besar'—nama yang cocok untuk keluarga theropoda yang menguasai belahan bumi selatan saat tyrannosaurus menjadi penguasa di utara.