Penemuan Joaquinraptor casali, dinosaurus predator dari keluarga megaraptor yang hidup di akhir Cretaceous, memberikan petunjuk baru tentang evolusi dan kehidupan hewan-hewan ini.

Patagonia saat ini—kering, berangin, dan terjal—sangat berbeda dengan dunia Joaquinraptor.

in1

Sedimen dari formasi geologi Lago Colhué Huapi menunjukkan dataran banjir panas dan lembab dekat laut pedalaman, dengan vegetasi lebat dan satwa liar yang melimpah.

Bayangkan surga tropis, jauh berbeda dari pemandangan Patagonia modern.

Dunia Saingan Prasejarah

Di lingkungan yang subur ini, predator elit duduk tak tertandingi di puncak rantai makanan.

Ahli paleontologi Darla Zelenitsky dari University of Calgary menekankan pentingnya fosil ini: 'Fosil ini menjelaskan fase akhir evolusi mereka di Amerika Selatan, sebelum kepunahan massal.'

Joaquinraptor kemungkinan adalah megaraptor terakhir yang diketahui sebelum kepunahan dinosaurus non-unggas 66 juta tahun lalu.

Jika Anda mengira pemakan daging Amerika Selatan adalah tiruan pucat dari sepupu utara mereka, pikirkan lagi. Temuan ini menegaskan bahwa evolusi tidak menawarkan kesempurnaan satu ukuran untuk semua.

Karnivora di benua itu mengembangkan keunggulan mereka sendiri, disesuaikan dengan habitat mereka.

>>> Pencurian Tempat Sampah Knicks Viral, Dinas Sanitasi NYC Adakan Giveaway

Joaquinraptor casali adalah bukti spektakuler: kadang, untuk bertahan hidup, cakar yang ditempatkan dengan baik mengalahkan rahang terkuat sekalipun.