Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan mengapa Indonesia belum memiliki pabrik motor dan mobil nasional, padahal sudah hampir 81 tahun merdeka.

Ia menyoroti pembelian sekitar 10 juta unit sepeda motor setiap tahun yang dinilai belum diiringi dengan hadirnya pabrikan kendaraan buatan Indonesia.

in1

>>> Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang

"Kenapa kita tidak punya, kita beli mobil, kita beli motor 10 juta motor tiap tahun, kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia?"

kata Prabowo dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).

Prabowo mengungkap pertanyaan tersebut merupakan bagian dari kegelisahannya mengenai kemandirian industri nasional.

Menurutnya, sejak lama ia kerap mendatangi kampus dan berdiskusi dengan para akademisi untuk mencari jawaban mengapa Indonesia masih bergantung pada negara lain di sejumlah sektor strategis.

Ia mengaku pernah meminta pandangan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa, serta para profesor dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dalam diskusi itu, Prabowo mempertanyakan mengapa RI belum mampu memproduksi benih gandum sendiri, masih mengimpor gandum, hingga produktivitas kelapa sawit yang dinilai masih tertinggal dibanding Malaysia.

"Saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum?

Saya tanya kenapa kelapa sawit per hektare di Malaysia produktivitasnya lebih dari kita? Kenapa?"

ujarnya.

Ia mengaku heran Indonesia yang telah merdeka selama puluhan tahun masih belum sepenuhnya mandiri dalam membangun industri nasional.

"Saya selalu minta mereka, kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?" katanya.