Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) memperkuat kolaborasi dengan dunia industri untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di tengah percepatan transformasi digital dan persaingan bisnis global.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Industry Appreciation Luncheon 2026 yang mempertemukan akademisi dan pelaku industri guna memperkuat sinergi dalam pengembangan kepemimpinan, riset terapan, serta solusi bisnis.

in1

>>> Pendapatan Melonjak 317%, KOTA Gaspol Garap Proyek Baru pada 2026

Dekan SBM ITB, Prof. Aurik Gustomo, mengatakan perguruan tinggi tidak lagi hanya berperan sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar.

“Kami memiliki filosofi For the Greater Good.

Bersama para pemangku kepentingan, kami ingin menghadirkan dampak nyata bagi pengembangan dunia usaha, regulasi pemerintah, hingga kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Aurik.

Menurutnya, kebutuhan dunia usaha saat ini tidak hanya mencakup peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga kepemimpinan yang mampu mengelola transformasi organisasi dan mempercepat inovasi.

Program Unggulan dan Penghargaan

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, SBM ITB mengembangkan berbagai program seperti In-class Training, Strategic Consulting, dan In-house MBA yang dirancang bersama perusahaan.

Selama ini, institusi tersebut telah menjalin kemitraan dengan perusahaan nasional, multinasional, BUMN, instansi pemerintah, serta berbagai organisasi lintas sektor.

Sebagai bentuk apresiasi, SBM ITB memberikan penghargaan kategori Master Class kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT PLN (Persero) atas penyelenggaraan program In-house MBA.

Penghargaan Top Class diberikan kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Telkom Akses, PT Integrasi Aviasi Solusi (InJourney Aviation Services), PT Pertamina Training & Consulting, serta PT Hutama Karya (Persero).