Pemprov DKI Rilis Jakarta Film Commission, Solusi Satu Pintu Syuting
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan Jakarta Film Commission pada Jumat (26/6) di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan lembaga yang menjadi layanan satu pintu (one stop service) bagi industri perfilman di ibu kota.
>>> Siswi SD Sukabumi Diperkosa Teman Sebaya, Disdik-Polisi Turun Tangan
"Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Jumat, tanggal 26 Juni 2026 Jakarta Film Commission secara resmi saya nyatakan diluncurkan," ujar Rano.
Ia menjelaskan Jakarta Film Commission bertujuan menciptakan ekosistem one stop service di bidang film. Tahap awal, fokus utama adalah mempermudah proses syuting melalui program Filming in Jakarta.
Ke depan, lembaga ini juga dapat menjalin kolaborasi dengan rumah produksi dan sineas dalam proses pembuatan film. Rano mencontohkan kerja sama dengan aktor Reza Rahadian.
Jakarta Film Commission berada di bawah Jakarta Experience Board (JXB), sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.
Lima Program Utama
General Manager Jakarta Film Commission Muhammad Rayhan Islamy mengungkapkan pihaknya menjalankan lima program utama untuk mendukung industri perfilman.
Program pertama adalah one stop film service melalui Filming in Jakarta yang mempermudah produksi film. "Kami mendengar keluhan para pembuat film bahwa syuting di Jakarta masih sulit.
>>> Keluarga Terdampak Tumpahan Bahan Bakar Red Hill Dapat Kompensasi Rp 270 Miliar
Oleh karena itu, kami membuat program ini," kata Rayhan.
Program kedua adalah dukungan produksi dan insentif bagi rumah produksi yang syuting di Jakarta dan melibatkan Jakarta Film Commission.
Dukungan produksi bisa mencapai 50 persen dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) produksi film.
Jakarta Film Commission juga akan memanfaatkan aset Pemprov DKI seperti MRT Jakarta, Transjakarta, taman kota, dan media luar ruang untuk promosi film.
Program ketiga adalah pengembangan talenta dan ekosistem industri dengan melibatkan UMKM, kru, dan pemeran tambahan melalui pelatihan.
>>> Swatch Tuntut Samsung Bayar Rp2,7 Triliun atas Pelanggaran Merek
Keempat, lembaga ini membangun budaya perfilman melalui aktivasi di ruang publik. Kelima, promosi dan diplomasi budaya ke luar negeri.
Update Terbaru
Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru: Apel Premium hingga Cokelat Hadir di Indonesia
Sabtu / 27-06-2026, 00:07 WIB
Bank Sumsel Babel dan Banyuasin Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat KKPD
Sabtu / 27-06-2026, 00:07 WIB
Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan Jelang Dies Natalis ke-13
Jumat / 26-06-2026, 23:50 WIB
Bryce Harper Bantah Sodorkan Jari Tengah ke Fans Nationals, Itu Jari Manis
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
BET Awards: Perayaan Keunggulan Kulit Hitam di Dunia Hiburan
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Mantan Penasihat Trump John Bolton Mengaku Bersalah dalam Kasus Dokumen Rahasia
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Britney Spears di LA, Anak-anaknya Bersiap ke Paris Fashion Week
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Veteran Angkatan Laut Gugat Apartemen Rp4 Miliar Usai Aston Martin Dicuri
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Polda Metro Gagalkan Peredaran Etomidate 'Batman' dalam Beras Basmati
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Shelby F-150 Baja Raptor R: Lebih dari 1.000 HP dengan Harga Hampir Rp3 Miliar
Jumat / 26-06-2026, 23:46 WIB
Perkuat Posisi Kota Sinema, Jakarta Beri Insentif Pajak Film 50 Persen
Jumat / 26-06-2026, 23:46 WIB
Klasemen AVC Men's Cup 2026: Indonesia Dampingi Korea ke Semifinal
Jumat / 26-06-2026, 23:46 WIB
Galaxy A27 Tak Dukung Samsung DeX, Harapan Sirna
Jumat / 26-06-2026, 23:43 WIB
One UI 9.0 untuk Galaxy Tab S10 Ultra Kian Dekat, Firmware Baru Terdeteksi
Jumat / 26-06-2026, 23:43 WIB






