PT Krakatau Steel (Persero) berkomitmen memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di wilayah Banten.

BUMN baja tersebut bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Provinsi Banten, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) menandatangani Nota Kesepahaman pembentukan Banten Migrant Center.

>>> CARUT MARUT BANK JATIM: Dugaan Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah Muncul di Tengah Sorotan Kasus Internal

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, mengatakan pembentukan Banten Migrant Center merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri.

"Sebagai BUMN, Krakatau Steel memiliki tanggung jawab moral untuk turut menghadirkan solusi ketenagakerjaan yang konkret bagi masyarakat Banten," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Melalui kolaborasi tersebut, pihaknya ingin memastikan ekosistem industri yang telah berkembang di Banten dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja.

Kehadiran Banten Migrant Center diharapkan menjadi wadah penyiapan kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka akses penempatan kerja yang legal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Banten di berbagai negara tujuan.

Menurut dia, Krakatau Steel Group siap mengoptimalkan aset pendidikan, fasilitas pelatihan dan lingkungan industrinya, melalui Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS) untuk mendukung pengembangan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

"Kami berharap sinergi ini dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang memiliki kompetensi global, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus martabat tenaga kerja Indonesia di pasar internasional," ujar Akbar Djohan yang juga Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).