Sementara itu Gubernur Banten, Andra Soni mengapresiasi kolaborasi empat lembaga tersebut dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.

>>> DPRD Jabar: Cirebon Berpeluang Perkuat Peran Ekonomi Kawasan

"Kita harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri," katanya.

Melalui kolaborasi tersebut Pemprov berharap semakin banyak tenaga kerja Banten yang memiliki kompetensi, mendapatkan perlindungan, dan memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak baik di dalam maupun luar negeri.

Ia juga mengapresiasi dukungan Krakatau Steel Group yang membuka fasilitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Menurutnya, kehadiran Banten Migran Center diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja yang legal, aman, dan berkualitas sekaligus mendukung upaya penurunan tingkat pengangguran di Provinsi Banten.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, yang mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan bahwa Banten menjadi daerah pertama yang mengintegrasikan pemerintah, perguruan tinggi, SMK, dan BUMN dalam satu ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia.

Menurut dia, Banten menjadi pilot project implementasi arahan Presiden dalam menyiapkan pekerja migran yang kompeten, terlindungi, dan memiliki daya saing global.

"Melalui kolaborasi ini, kita ingin mendorong lahirnya lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mengisi berbagai peluang kerja di pasar internasional," ujarnya.

>>> 25 Caption Tahun Baru Islam 1448 H untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna

Dikatakannya, Banten Migrant Center akan menjadi wadah penguatan kompetensi, pelatihan, dan akses informasi bagi calon pekerja migran sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas SDM sekaligus memperluas kesempatan kerja yang aman, legal, dan berkelanjutan.