Krakatau Steel dan Kementerian P2MI Bentuk Banten Migrant Center
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Provinsi Banten, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) resmi menjalin kerja sama pembentukan Banten Migrant Center.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di SMK YPWKS, Kota Cilegon, pada Senin (15/6).
>>> Mengenal Pilihan Instrumen Investasi Emas bagi Investor Pemula
Pusat ini diharapkan menjadi pusat pengembangan kompetensi sekaligus pintu masuk bagi warga lokal untuk memperoleh peluang kerja legal, aman, dan berkualitas di luar negeri.
Inisiatif tersebut memanfaatkan ekosistem pendidikan milik Krakatau Steel melalui Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS) yang berpengalaman mencetak tenaga kerja terampil.
Sinergi Lintas Sektor untuk Tenaga Kerja Global
Direktur Utama PT Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyatakan bahwa pembentukan lembaga ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri.
Hal itu ditujukan untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Menurut Akbar Djohan, perusahaan pelat merah tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis semata.
Krakatau Steel memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi nyata bagi persoalan ketenagakerjaan daerah.
"Kami ingin memastikan perkembangan industri di Banten dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kompetensi dan perluasan kesempatan kerja," ujarnya.
Akbar Djohan menegaskan Krakatau Steel Group siap mengoptimalkan fasilitas pendidikan, sarana pelatihan, serta lingkungan industrinya.
Dukungan tersebut dikerahkan guna membantu lahirnya tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat melahirkan generasi pekerja Indonesia yang memiliki kompetensi berstandar internasional.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing bangsa di pasar tenaga kerja dunia.
Update Terbaru
Rascal Does Not Dream of a Dear Friend Rilis Visual Spesial
Selasa / 16-06-2026, 11:19 WIB
Red Velvet Siap Comeback Agustus, Akhir Penantian Dua Tahun
Selasa / 16-06-2026, 11:19 WIB
Manulife Aset Manajemen Beberkan Peluang Reksadana USD di Tengah Tantangan Suku Bunga
Selasa / 16-06-2026, 11:17 WIB
Kenali Ciri Skincare Mengandung Merkuri untuk Hindari Kerusakan Kulit
Selasa / 16-06-2026, 11:17 WIB
Medcom Rilis Tren Kecantikan dan Tradisi Weton Tulang Wangi
Selasa / 16-06-2026, 11:16 WIB
Lenovo Luncurkan Laptop Edisi FIFA World Cup 2026 di Indonesia
Selasa / 16-06-2026, 11:16 WIB
Promo Es Krim Indomaret 26 April 2026: Diskon Wall's dan Aice untuk Member
Selasa / 16-06-2026, 11:16 WIB
Sebelum Ada Hydration Break, Begini Cara Pemain Bola Jaga Hidrasi
Selasa / 16-06-2026, 11:16 WIB
Arab Saudi Tahan Imbang Uruguay 1-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 11:16 WIB
Tarif Impor AS Ancam Ekspor Manufaktur Indonesia, Pemerintah Ajukan Pengecualian
Selasa / 16-06-2026, 11:14 WIB
PTPN I Ekspansi Lahan Tebu di Jawa dan Sulawesi demi Swasembada Gula 2027
Selasa / 16-06-2026, 11:14 WIB
Keito Nakamura Dituduh Langgar Aturan Pelindung Tulang Kering di Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 11:14 WIB
Klasemen Grup G Piala Dunia 2026: Selandia Baru Puncaki Usai Laga Perdana Imbang
Selasa / 16-06-2026, 11:13 WIB






