Slate Auto, perusahaan rintisan kendaraan listrik asal Amerika Serikat, optimistis dapat meraih profit dari penjualan truk listrik murahnya.

Perusahaan menargetkan arus kas positif dan laba sebelum pajak, depresiasi, dan amortisasi pada 2027.

in1

>>> Mazda Redam Suara MX-5 untuk Patuhi Aturan Kebisingan, Lalu 'Palsukan' Kembali

Keyakinan itu didasari oleh struktur biaya dan model bisnis yang berbeda dari produsen mobil lain.

Slate mengklaim truk listriknya tidak hanya lebih murah dari kompetitor, tetapi juga lebih murah diproduksi berkat desain sederhana dan material murah seperti panel bodi plastik.

Titik impas Slate berada di angka 80.000 kendaraan per tahun, sedikit lebih dari setengah kapasitas pabriknya di Warsawa, Indiana, yang mencapai 150.000 unit per tahun.

Dengan demikian, setiap kendaraan yang diproduksi diharapkan langsung memberikan margin kotor positif.

Harga Mulai $24.950

Truk listrik Slate dibanderol mulai $24.950 sebelum pajak, biaya, dan ongkos kirim.

Harga ini lebih tinggi dari janji awal di bawah $20.000, yang disesuaikan setelah pemerintah AS menghapus kredit pajak federal sebesar $7.500 untuk kendaraan listrik.

Selain truk, Slate juga menawarkan dua varian SUV: Squareback seharga $29.950 dan Fastback seharga $31.950.

Chris Barman, presiden kendaraan Slate, memperkirakan SUV akan menyumbang sekitar 60 persen penjualan.

Semua varian menggunakan powertrain yang sama: baterai dengan jarak tempuh 205 mil (330 km) dan motor listrik belakang bertenaga 181 hp serta torsi 195 lb-ft (264 Nm).

>>> Ford Rekrut Kembali 350 Insinyur untuk Perbaiki Kualitas Mobil Setelah AI Gagal

Setiap kendaraan keluar dari pabrik dalam bentuk identik, dan pembeli dapat menyesuaikannya melalui berbagai aksesori.

Strategi Tanpa Cat dan Bungkus Sendiri