PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan peningkatan rasio profitabilitas return on assets (ROA) pada April 2026.

Rasio tersebut mencapai 2,42 persen, naik dari 2,30 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Timnas Indonesia U19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF 2026

Kenaikan ini didukung oleh kinerja positif perseroan dan langkah optimalisasi aset. Manajemen BSI menyiapkan sejumlah strategi untuk terus mendongkrak ROA ke depan.

Strategi Peningkatan ROA

Strategi tersebut meliputi pengelolaan kualitas pembiayaan, peningkatan pendapatan komisi, dan penguatan porsi dana murah (CASA). Perseroan juga memacu produktivitas pegawai melalui perluasan ekosistem bisnis syariah.

Selain itu, pengembangan bullion bank dijalankan sebagai instrumen sumber pertumbuhan baru.

>>> Promo Superindo Jabodetabek dan Palembang 11 Juni 2026: Diskon Minyak Goreng hingga Daging Sapi

"Dengan strategi tersebut, BSI berharap dapat terus memperkuat posisi sebagai bank syariah terbesar di Indonesia," kata Wisnu saat dihubungi, Senin (8/6/2026).

Ekspansi pembiayaan BSI tumbuh 15,59 persen secara tahunan (yoy) pada April 2026. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan tinggi hingga 17,90 persen.

Akselerasi pembiayaan dan pendanaan mendorong total aset BSI mencapai Rp 451,73 triliun pada April 2026.

>>> Klub Liga Inggris Siap Gugat Manchester City soal Kompensasi

Manajemen optimistis dapat memacu rasio ROA ke level yang lebih tinggi dengan fundamental yang terjaga.