Pelemahan Rupiah Tekan Profitabilitas Asuransi Kesehatan
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai mengancam industri asuransi kesehatan. Kenaikan harga obat-obatan dan alat kesehatan impor menjadi faktor utama yang meningkatkan biaya klaim.
Direktur Riset Finansial Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Etika Karyani Suwondo, menyatakan dampak pelemahan rupiah tidak langsung terasa.
>>> Airlangga Pastikan PFII Tetap di Bali, PP Dikebut Sebelum 16 Agustus
Namun, jika berlangsung lama, beban biaya yang ditanggung perusahaan asuransi akan meningkat.
"Pelemahan IDR dapat meningkatkan harga obat dan alat kesehatan impor sehingga biaya klaim berpotensi naik.
Dampaknya mungkin tidak langsung, tapi akan menekan profitabilitas industri jika berlangsung lama," ujar Etika kepada Warta Ekonomi, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, kenaikan harga obat impor bukan satu-satunya tekanan. Peningkatan biaya rumah sakit, alat kesehatan, dan utilisasi layanan kesehatan juga berpotensi memperbesar beban klaim.
>>> Video dan Gambar Motorola Edge 70 Max Bocor Jelang Peluncuran
"Permintaannya tetap tumbuh, tapi tantangan profitabilitas makin besar. Selain itu tekanan kenaikan biaya rumah sakit, alat kesehatan, dan utilisasi layanan kesehatan," katanya.
Ia menilai perusahaan perlu mengelola risiko secara lebih cermat.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan kesehatan, permintaan terhadap produk asuransi kesehatan diperkirakan ikut melesat, sehingga perusahaan akan menghadapi tekanan biaya.
Selain obat-obatan, peningkatan biaya alat kesehatan dan layanan rumah sakit juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi industri. Hal ini dapat memengaruhi besaran klaim yang dibayarkan kepada peserta.
>>> Redmi Turbo 6 Series Dikabarkan Punya Baterai 10.000 mAh dan Chipset Dimensity
Pada Senin, 13 Juli 2026, kurs USD tercatat mencapai Rp18.119 per dolar AS, menunjukkan tekanan signifikan terhadap nilai tukar rupiah.
Update Terbaru
Sung Han-bin Donasi Rp1 Miliar untuk Anak Kurang Mampu di Hari Debut
Senin / 13-07-2026, 13:42 WIB
Anak Pengemudi Ojek di Semarang Bisa Sekolah Gratis Lewat Program Kemitraan
Senin / 13-07-2026, 13:42 WIB
Pelatih Swiss Sorot Kartu Merah Embolo usai Kalah dari Argentina
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
RI Buka Peluang Ekspor Telur Ayam ke Singapura Buntut Harga Anjlok
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
Cara Cek Penerima PKH Juli 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
Komedian Temon Meninggal, Ini Bahaya Hipertensi bagi Jantung
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
Pemerintah Pusat dan Daerah Terapkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
CORE: Sewa Modal Gadai Berpotensi Lebih Mahal Jika Suku Bunga Tinggi Berlanjut
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Konsolidasi Tjokro Group Kian Solid, GPSO Siap Akselerasi Transformasi Industri
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Hari Pertama Sekolah, Pemprov DKI Izinkan ASN Antar Anak hingga Jam 12 Siang
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, 63 Luka-luka
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Redmi Note 17 5G Varian India Bocor: RAM 6GB, Penyimpanan 128GB, Dua Pilihan Warna
Senin / 13-07-2026, 13:33 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 13 Juli: Taurus Perbaiki Komunikasi, Virgo Jaga Ucapan
Senin / 13-07-2026, 13:33 WIB







