Bank Digital Tahan Suku Bunga Deposito demi Jaga Margin
Sejumlah bank digital mengambil langkah strategis dengan tidak menaikkan suku bunga deposito demi menjaga margin profitabilitas.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tantangan kenaikan suku bunga acuan BI Rate pada Jumat (12/6/2026).
>>> Waspadai Bahaya Konsumsi Telur Berlebihan bagi Kesehatan Pencernaan
Krom Bank saat ini membanderol bunga deposito di rentang 6,5% hingga 8%, setelah sebelumnya sempat berada di level 7% sampai 8,25% pada akhir tahun lalu.
Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menyatakan bahwa perusahaan akan mempertahankan suku bunga deposito yang berlaku sebagai bentuk pengelolaan dana yang prudent.
"Krom Bank akan tetap melakukan benchmarking secara aktif terhadap kondisi pasar dan pergerakan industri untuk menjaga keseimbangan antara daya saing penawaran dan keberlanjutan bisnis," ungkap Anton kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).
Guna menjaga laju profitabilitas, pihak bank melakukan observasi dampak kenaikan BI Rate serta menguatkan manajemen risiko. Fokusnya adalah menghimpun dana murah melalui ekosistem digital.
Krom Bank juga melakukan penyesuaian demi menjaga risiko kredit macet (non performing loan/NPL) serta mencermati potensi melandainya rasio margin bunga bersih (net interest margin/NIM).
Langkah serupa diambil oleh Allo Bank yang mempertahankan bunga deposito di angka 5,5% sejak akhir tahun lalu.
Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengonfirmasi bahwa internal perusahaan belum melihat adanya kebutuhan untuk menyesuaikan bunga deposito secara agresif.
>>> Belanda vs Jepang Imbang 2-2 di Piala Dunia 2026
"Karena itu, pendekatan yang kami ambil adalah tetap fleksibel dan berbasis kebutuhan bisnis, bukan sekadar merespons perubahan BI Rate secara otomatis," jelasnya.
Destya menambahkan bahwa penyesuaian bunga ke depan akan dilakukan bertahap serta selektif berdasarkan tenor maupun segmen nasabah. Hal ini tergantung pada perkembangan likuiditas industri dan kebutuhan funding.
Pihak Allo Bank juga menilai likuiditas industri masih memadai dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mampu mengimbangi penyaluran kredit.
Dengan demikian, tidak ada tekanan likuiditas signifikan dalam jangka pendek.
Manajemen Allo Bank turut mengoptimalkan struktur aset produktif, meningkatkan kualitas kredit, memperbaiki risk adjusted return, serta mendorong pertumbuhan fee based income dari transaksi digital.
"Jadi apabila terjadi tekanan terhadap NIM, kami memperkirakan sifatnya akan tetap terkendali dan berada dalam koridor yang dapat dikelola.
>>> Ramalan Zodiak Aries, Taurus, dan Gemini: Emosi, Keuangan, dan Asmara
Fokus kami bukan semata mempertahankan NIM pada level tertentu, tetapi memastikan keseimbangan antara pertumbuhan kredit, kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas yang berkelanjutan," katanya.
Update Terbaru
Emiten Ritel Diprediksi Moncer Pasca Lebaran 2026 Berkat Diskon dan MBG
Senin / 15-06-2026, 06:52 WIB
Jerman Hancurkan Curacao 7-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 06:48 WIB
Donald Trump Gelar UFC Freedom 250 di Halaman Gedung Putih
Senin / 15-06-2026, 06:38 WIB
Presiden Tanjung Verde Kunjungi Atlanta Jelang Debut Piala Dunia
Senin / 15-06-2026, 06:38 WIB
Kia Akui Tampilan Tasman Bermasalah, Tapi Tak Akan Facelift Dini
Senin / 15-06-2026, 06:36 WIB
Argentina vs Aljazair Buka Grup J Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 06:36 WIB
Oliver Tree Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Senin / 15-06-2026, 06:36 WIB
Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Akses Model AI Claude Fable 5 dan Mythos 5
Senin / 15-06-2026, 06:34 WIB
HoYoverse Siapkan Rp230 Triliun untuk Infrastruktur AI Mandiri
Senin / 15-06-2026, 06:33 WIB
Pantai Gading vs Ekuador: Laga Perdana Grup E Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 06:33 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta Pekan Ini Hanya Berlaku Empat Hari
Senin / 15-06-2026, 06:32 WIB
Agak Laen 2 dan Avatar Fire and Ash Bersaing Ketat di Bioskop
Senin / 15-06-2026, 06:32 WIB
Jepang Tahan Imbang Belanda 2-2 di Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 06:29 WIB
Wisatawan Indonesia Mulai Melirik Bipenggou, Surga Tersembunyi di Sichuan China
Senin / 15-06-2026, 06:29 WIB






