Presiden Tanjung Verde José Maria Neves menghadiri forum bisnis di Russell Innovation Center for Entrepreneurs, Atlanta, pada Sabtu, 14 Juni 2026.

Kunjungan itu dilakukan menjelang pertandingan debut bersejarah tim nasional sepak bola Tanjung Verde di Piala Dunia FIFA 2026 melawan Spanyol.

>>> Argentina vs Aljazair Buka Grup J Piala Dunia 2026

Acara tersebut mempertemukan pejabat pemerintah, pengusaha, dan anggota komunitas bisnis internasional Atlanta.

Forum ini bertujuan memperkuat hubungan melalui perdagangan, investasi, pariwisata, dan kewirausahaan.

Keberhasilan tim berjuluk Hiu Biru menembus panggung tertinggi sepak bola dunia juga turut dirayakan.

Dalam pidatonya, Neves menyampaikan bahwa kelolosan Tanjung Verde ke Piala Dunia memiliki makna lebih besar dari sekadar pencapaian olahraga.

Menurutnya, hal itu menjadi kesempatan bagi negara kecil di lepas pantai Afrika Barat untuk memperkenalkan diri kepada audiens global.

"Piala Dunia ini bukan hanya tentang sepak bola. Ini membuka jalan lain untuk investasi di negara kami," ujar Neves melalui seorang penerjemah.

Sementara itu, komunitas diaspora Tanjung Verde di Amerika Serikat menyambut turnamen ini dengan antusiasme besar.

Manny Coleta, warga Boston berusia 62 tahun asal Pulau Fogo, bersiap menyaksikan laga hari Senin di Atlanta bersama 14 teman masa kecilnya dari Dorchester.

Mengingat momen ketika Tanjung Verde memastikan tiket Piala Dunia pada Oktober lalu, Coleta menyamakan perasaannya dengan keajaiban tim hoki AS saat mengalahkan Uni Soviet di Olimpiade.

"Itu lebih dari sekadar pertandingan. Itu adalah momen dalam sejarah, perasaan yang tidak pernah terlupakan, kebanggaan yang meledak dari dada.

>>> Jepang Imbang 2-2 Lawan Belanda di Piala Dunia 2026

Rasanya seperti hari kelahiran anak saya," kata Coleta.