Dukungan untuk timnas Tanjung Verde juga mengalir dari Ray Butler, pengelola pub sepak bola The Banshee di Dorchester.

Butler memuji kualitas kapten Shamrock Rovers, Pico Lopes, yang tumbuh besar di Dublin dan memilih membela Tanjung Verde berdasarkan garis keturunan ayahnya.

"Dia bek tengah yang sangat bagus," ujar Butler.

Sejarah migrasi warga Tanjung Verde ke Boston memiliki kemiripan dengan komunitas Irlandia, seperti yang pernah disampaikan mantan Wali Kota Boston, Marty Walsh.

Walsh melihat kesamaan nasib antara anak-anak Tanjung Verde di Dorchester dengan generasi imigran Irlandia seabad lalu yang datang untuk membangun kehidupan baru.

"Anak-anak miskin dari pulau terjajah yang tidak bisa memberi mereka pekerjaan. Banyak dari mereka datang ke Boston untuk mencari kehidupan bagi diri sendiri dan keluarga," kata Walsh.

Kini, perhatian para pendukung tertuju pada laga perdana Grup H di Atlanta, tempat Tanjung Verde akan menghadapi tim unggulan Spanyol.

Pertandingan itu dinilai sebagai duel antara David dan Goliath.

Bagi para pendukung yang telah berkumpul di Atlanta akhir pekan ini, pencapaian tim nasional mereka hingga bisa berlaga di putaran final sudah merupakan tonggak sejarah besar.

>>> Brazil Imbang Lawan Maroko di Piala Dunia 2026 Tanpa Neymar

"Bisa berada di sini hari ini saja sudah merupakan pencapaian besar," ujar salah satu pendukung kepada CBS News Atlanta.