Banyak orang mengira kebahagiaan hanya datang saat kondisi hidup sedang baik dan menghilang saat keadaan berubah.

Namun, penelitian psikologi terbaru menunjukkan kebahagiaan adalah hasil dari pola hidup, kebiasaan, dan lingkungan yang dibangun secara konsisten.

>>> Rupiah Menguat ke Rp17.790 per Dolar AS Dipicu Penurunan Harga Minyak

Melansir Forbes, psikolog Mark Travers mengungkap lima kebiasaan berbasis sains yang diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan hidup dalam jangka panjang.

Lima Kebiasaan untuk Bahagia Lebih Lama

Kebiasaan pertama adalah membangun dan menjaga hubungan yang berkualitas.

Penelitian menunjukkan kualitas hubungan dengan keluarga, pasangan, dan sahabat menjadi salah satu faktor terkuat yang menentukan tingkat kebahagiaan dan kesehatan seseorang sepanjang hidup.

Kebiasaan kedua adalah melindungi waktu lebih ketat dibanding uang.

Peneliti dari Harvard Business School, Ashley Whillans, menemukan bahwa orang yang merasa selalu kekurangan waktu cenderung memiliki kepuasan hidup lebih rendah dan kesehatan mental yang lebih buruk.

Sebaliknya, menggunakan uang untuk menghemat waktu, seperti membayar jasa kebersihan rumah, terbukti lebih meningkatkan kesejahteraan dibanding membeli barang konsumtif.

Studi dalam jurnal PNAS pada 2017 juga menemukan hal serupa.

Ketiga, penelitian terbaru menyoroti pentingnya mencari pengalaman baru yang menantang.

Riset dalam jurnal Psychological Review pada 2022 memperkenalkan konsep "psychological richness" sebagai unsur penting dalam kehidupan yang memuaskan.

Kehidupan yang kaya secara psikologis ditandai dengan hal-hal baru, kompleksitas, pertumbuhan, dan pengalaman yang mengubah perspektif.

>>> Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Naik Rp 18.000, Buyback Melonjak Rp 46.000

Banyak orang lebih memilih kehidupan yang kaya pengalaman dibanding hanya fokus pada kenyamanan.

Kebiasaan keempat adalah menggunakan waktu dan uang untuk membantu orang lain.