13 Federasi Sepak Bola Kecam Presiden UEFA soal Kritik Format Piala Dunia
Sebanyak 13 federasi sepak bola dari berbagai belahan dunia mengecam keras pernyataan Presiden UEFA Aleksander Ceferin pada Senin (15/6/2026).
Penolakan terbuka ini dipicu oleh kritik Ceferin terhadap rencana perluasan format baru Piala Dunia FIFA.
>>> Seth Rogen Putus Komunikasi dan Ogah Bekerja Sama dengan James Franco
Ketegangan tersebut muncul setelah Ceferin menilai penambahan kontestan membuat laga kualifikasi menjadi kurang menarik.
Dilansir dari Investor Daily, koalisi dari wilayah Afrika, Karibia, hingga Asia Tengah langsung merilis pernyataan bersama demi membela integritas kompetisi.
"Bagi negara-negara kami, tidak ada pertandingan Piala Dunia FIFA yang tidak penting.
Lolos ke Piala Dunia merupakan pencapaian bersejarah dan perwujudan mimpi yang diwariskan dari generasi ke generasi," bunyi pernyataan yang dikutip Associated Press, Senin.
Pernyataan tertulis tersebut diunggah secara resmi lewat akun X milik Federasi Sepak Bola Maroko.
>>> Investor Asing Borong Saham INDF Senilai Rp 67 Miliar
Protes ini ditandatangani oleh perwakilan dari Senegal, Tanjung Verde, Curacao, Uzbekistan, Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.
Pihak federasi menilai komentar Ceferin mengabaikan kerja keras jutaan pemain, pelatih, dan suporter di luar Eropa.
Mereka menegaskan keberhasilan menembus putaran final Piala Dunia merupakan katalis penting bagi pembangunan sepak bola nasional serta sumber inspirasi generasi muda.
"Piala Dunia FIFA menjadi kompetisi terbesar di dunia justru karena kemampuannya mempertemukan berbagai budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang beragam," tulis mereka.
Kelompok federasi non-Eropa ini menuntut penghormatan setara bagi setiap tim yang lolos karena diraih lewat prestasi nyata di lapangan.
>>> Sony Indonesia Luncurkan Headphone Premium 1000X The Collexion
Polarisasi pandangan ini terus bergulir di tengah perdebatan panjang mengenai penambahan jumlah negara peserta dan kepadatan jadwal internasional.
Update Terbaru
Psikolog Ungkap 5 Kebiasaan yang Bikin Bahagia Lebih Lama
Senin / 15-06-2026, 09:36 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.790 per Dolar AS Dipicu Penurunan Harga Minyak
Senin / 15-06-2026, 09:33 WIB
Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Naik Rp 18.000, Buyback Melonjak Rp 46.000
Senin / 15-06-2026, 09:33 WIB
Baseus Luncurkan PicoGo Air AM71, Powerbank Magnetik Tertipis di Dunia
Senin / 15-06-2026, 09:32 WIB
Spanyol Siap Hadapi Tanjung Verde di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 09:28 WIB
Apple Hentikan Dukungan 16 Perangkat, Cek Daftar Gadget Terdampak
Senin / 15-06-2026, 09:24 WIB
Timnas Iran Bertekad Bawa Kebahagiaan di Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 09:24 WIB
PT Niramas Utama Tbk Rencana Bagikan Dividen Tunai Maksimal 30 Persen
Senin / 15-06-2026, 09:24 WIB
Harga Buyback Emas Antam Naik Jadi Rp2.500.000 per Gram
Senin / 15-06-2026, 09:19 WIB
Asing Borong Saham CUAN Milik Prajogo Pangestu, Melonjak 827%
Senin / 15-06-2026, 09:18 WIB
Aplikasi Android Berbahaya Mengintai Pengguna, Kenali Modus dan Daftarnya
Senin / 15-06-2026, 09:17 WIB
Inaco Bersiap IPO di BEI, Targetkan Dana Segar Rp392 Miliar
Senin / 15-06-2026, 09:17 WIB
Hindari 7 Kalimat Ini agar Tidak Menyakiti Perasaan Anak
Senin / 15-06-2026, 09:16 WIB
Review Honda Jazz Hybrid: Sensasi Fun to Drive yang Tetap Irit
Senin / 15-06-2026, 09:16 WIB






