Seorang wanita berusia lanjut dengan Alzheimer stadium akhir menunjukkan perbaikan fungsi kognitif dan motorik yang tidak terduga setelah menerima dosis psilocybin.

Laporan kasus ini diterbitkan di jurnal Frontiers in Neuroscience.

in1

>>> Petunjuk Baru dari Galaksi Kecil LAP1-B Bisa Ungkap Kelahiran Bintang Pertama

Dengan persetujuan wali hukumnya, dokter di sebuah klinik di São Paulo memberikan 5 gram jamur yang mengandung psilocybin.

Hasilnya menantang ekspektasi standar mengenai demensia tahap lanjut.

Jendela Kesadaran 19 Jam

Pasien menerima dosis tinggi strain Enigma.

Tak lama setelah konsumsi, ia mengalami stres fisik singkat seperti keringat berlebih dan dugaan kepanasan, lalu tertidur lelap.

Sekitar 19 jam setelah dosis, wanita itu mulai berbicara secara spontan.

Ia tidak hanya menjawab ya atau tidak, tetapi berbicara panjang lebar tentang hidupnya, mengekspresikan emosi yang jelas, dan mengenali orang-orang di sekitarnya.

Perbaikan tidak hanya pada bicara.

Dalam minggu-minggu berikutnya, tim perawatan mencatat perubahan fungsional signifikan: pasien berjalan lebih mudah, berpakaian sendiri tanpa bantuan, dan kembali mengontrol buang air kecil.

Dosis kedua yang lebih rendah, 3 gram, diberikan sebulan kemudian dan menghasilkan efek serupa meski tidak sekuat yang pertama.

Jaringan yang Tertidur vs Jaringan yang Rusak

Laporan yang ditulis peneliti Brasil M. Lago, M.

Cerveira, dan J. X.

Simonet tidak mengklaim telah menemukan obat.

Sebaliknya, laporan ini mengajukan pertanyaan neurologis: apakah kemampuan kognitif dan fisik tertentu hancur pada demensia lanjut, atau hanya terperangkap di balik jaringan saraf yang rusak?

>>> Prabowo: Empat Kali Kalah Pilpres, Tak Pernah Ganggu Presiden Terpilih

Psilocybin berinteraksi kuat dengan reseptor serotonin 5-HT2A, yang dapat mengubah sementara cara berbagai wilayah otak berbagi informasi.