Gunung Etna, gunung berapi aktif tertinggi di Eropa, mungkin termasuk dalam kelompok gunung api langka yang terbentuk melalui proses magma yang tidak biasa.

Meskipun Etna meletus beberapa kali dalam setahun dan menawarkan banyak peluang penelitian, para ilmuwan belum sepenuhnya memahami bagaimana gunung raksasa ini terbentuk.

in1

>>> 5 Zodiak Diramal Dapat Keberuntungan di Akhir Juni 2026

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Journal of Geophysical Research: Solid Earth memberikan penjelasan tak terduga tentang asal-usul Gunung Etna.

Menurut para peneliti, gunung ini mungkin terbentuk melalui proses yang terlihat pada gunung api petit-spot bawah laut, di mana kantong magma dipaksa keluar melalui retakan di lempeng tektonik.

Formasi Unik Gunung Etna

Dengan sejarah letusan yang fluktuatif di pulau Sisilia, Italia, Gunung Etna berbeda dari kebanyakan gunung berapi lainnya.

Menurut studi baru, hal itu karena Etna tidak cocok dengan tiga kategori utama pembentukan gunung berapi.

Ketiga kategori tersebut menurut British Geological Survey adalah: gunung api batas lempeng konstruktif, gunung api batas lempeng destruktif, dan gunung api di atas titik panas (hotspot).

Gunung Etna, bagaimanapun, tampaknya tidak terbentuk terutama melalui salah satu mekanisme ini saja.

Para peneliti mengetahuinya dari komposisi kimia gunung tersebut. Meskipun Etna terletak di dekat zona subduksi, lavanya kaya akan alkali dan elemen jejak.

Itu mirip dengan lava dari vulkanisme hotspot, bukan gunung api yang terbentuk di zona subduksi. Namun tidak ada hotspot di dekat Gunung Etna.

Mekanisme Vulkanik yang Unik

Untuk mengungkap asal-usul Gunung Etna yang membingungkan, para peneliti mengumpulkan sampel dari gunung tersebut untuk merekonstruksi evolusi kimia lavanya.