Pemerintah Indonesia mengklaim telah menyiapkan strategi baru untuk menekan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui empat langkah efisiensi yang tengah disusun Badan Gizi Nasional (BGN), belanja negara disebut berpotensi dihemat hingga Rp40 triliun.

in1

>>> Phil Mickelson Dituduh Perlihatkan Foto Alat Kelamin ke Istri Pegolf

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Komisi IX DPR RI yang sekaligus memberikan tenggat waktu dua pekan kepada BGN untuk menyelesaikan perhitungan akhir skema penghematan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin mengatakan skema efisiensi yang dipaparkan pimpinan baru BGN dinilai cukup menjanjikan.

"Kalau kita lihat skema efisiensinya, ada empat yang disampaikan, saya kira akan sangat signifikan dampak penghematannya," ujar Zainul, dikutip Sabtu (27/6).

Menurut dia, BGN telah berkomitmen melakukan simulasi penghematan sedikitnya Rp40 triliun, baik untuk pelaksanaan program pada 2026 maupun rancangan anggaran tahun 2027.

Komisi IX DPR kemudian menyetujui permintaan BGN untuk menyelesaikan proses perhitungan tersebut dalam waktu dua pekan.

Empat Strategi Efisiensi BGN

Empat strategi efisiensi yang disiapkan BGN dimulai dari evaluasi jumlah penerima manfaat.

Salah satu opsi yang dibahas adalah tidak lagi memberikan MBG kepada seluruh siswa SMA atau sederajat yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 11 juta orang.

>>> Pesona Bikini Selebritas di Pantai, Bikin Netizen Tergila-gila

Langkah kedua ialah mengurangi frekuensi penyaluran makanan.

Jika selama ini paket MBG diberikan sekitar 25 hari dalam sebulan, ke depan distribusi direncanakan hanya berlangsung pada hari Senin hingga Jumat atau sekitar 20 hari dalam sebulan.

Strategi berikutnya menyasar insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Besaran insentif yang sebelumnya disamaratakan sebesar Rp6 juta per hari akan dievaluasi agar disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing SPPG.

Sementara langkah keempat adalah menerapkan sistem klasterisasi SPPG berdasarkan kapasitas dan kinerja. Melalui skema ini, besaran insentif maupun alokasi anggaran tidak lagi sama untuk setiap satuan pelayanan.

Meski tengah menyiapkan penghematan besar, BGN tetap mengusulkan anggaran MBG sebesar Rp270 triliun pada 2027 atau naik Rp2 triliun dibandingkan pagu tahun 2026 yang mencapai Rp268 triliun.

>>> Kate Hudson Paddle Board di Yunani dengan Thong Bikini

Namun, DPR memperkirakan kebutuhan anggaran tersebut masih dapat ditekan apabila empat strategi efisiensi berhasil diterapkan secara optimal.