Presiden RI Prabowo Subianto mengaku banyak menempatkan profesor pada posisi-posisi strategis di dalam kabinet pemerintahannya.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).

in1

>>> KPop Demon Hunters Kuasai Top 10 Netflix di 93 Negara

Menurut Prabowo, para ilmuwan memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

"Saya dari awal sangat sadar peran dan penting para ilmuwan, para guru besar.

Dan karena itu, kalau saudara simak, hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan tujuan utama penyelenggaraan negara adalah mewujudkan kehidupan yang layak dan sejahtera bagi masyarakat. Sebagai kepala pemerintahan, dia wajib menghadapi berbagai tantangan sekaligus mencari jalan keluarnya.

Penempatan profesor di sejumlah posisi strategis sejalan dengan pandangannya bahwa keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh kualitas orang-orang yang menjalankan tugasnya, bukan semata-mata teknologi atau peralatan.

Menurutnya, pelajaran tersebut diperoleh dari pengalaman kepemimpinannya selama ini.

Prabowo mengibaratkan seorang pemimpin sebagai nakhoda kapal yang membutuhkan awak kapal yang andal agar dapat membawa kapal mencapai tujuan dengan selamat.

>>> Perampok Bersenjata Gasak Jutaan Dolar di Cannes, CEO Cymbiotika Jadi Korban

"Salah satu ilmu kepemimpinan yang saya dapat dalam perjalanan saya adalah bahwa seorang pemimpin, seorang nakhoda yang mau aman membawa kapalnya sampai ke tujuan, dia harus punya awak yang handal," ujarnya.

Ia kemudian membandingkan prinsip tersebut dengan dunia olahraga.

Menurut Prabowo, sebuah tim sepak bola tak hanya membutuhkan pemain yang baik, tetapi juga manajer, pelatih, hingga seluruh tim pendukung yang kompeten.

"Kalau kita mau menang sepak bola, kita harus punya manajer yang baik, coach yang baik, pelatih-pelatih yang baik, tukang pijit yang baik, tukang bawa minuman yang baik, dan kesebelasan yang terbaik baru kita bisa jadi juara.

Sama di semua bidang," katanya.

Prabowo menegaskan keberhasilan suatu organisasi lebih ditentukan oleh kualitas orang-orang yang mengoperasikan sistem dan peralatan yang dimiliki.

"It is not the technology, it is not the equipment, it is the man and the women behind the equipment.

>>> Perang AS-Iran Berakhir, Israel dan Netanyahu Jadi Pihak yang 'Hancur Lebur'

Ini yang kita sadari. Percuma kita punya pesawat yang paling canggih, pilotnya tidak handal," tutur dia.