Microsoft memutuskan untuk tidak melanjutkan pengembangan fitur AI-powered History Search di browser Edge. Keputusan ini dikonfirmasi melalui pembaruan pada halaman Microsoft 365 Roadmap.

Fitur tersebut sebelumnya diumumkan tahun lalu dan memungkinkan pengguna mencari riwayat browsing menggunakan kalimat alami, seperti "artikel tentang Windows update" atau "tempat saya baca artikel Surface".

in1

>>> Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos Kemensos atau Tidak

AI akan memahami maksud pengguna tanpa harus mencocokkan kata kunci secara persis.

Microsoft sebelumnya menekankan bahwa proses pencarian berjalan secara lokal di perangkat, sehingga data riwayat tidak dikirim ke cloud.

Namun, fitur ini akhirnya dibatalkan.

>>> Mentrans Dorong Hunian Vertikal untuk Transmigran Pendatang

Alasan Pembatalan

Microsoft tidak memberikan alasan pasti di balik pembatalan ini. Dalam halaman roadmap, perusahaan hanya menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas perubahan rencana.

Spekulasi muncul bahwa fitur ini dianggap "menyeramkan" oleh sebagian pengguna karena AI harus mengakses seluruh riwayat browsing. Meskipun pemrosesan dilakukan secara lokal, kekhawatiran privasi tetap ada.

Selain itu, banyak yang menilai fitur tersebut tidak terlalu dibutuhkan.

>>> Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Tegaskan Soekarno Lahir di Surabaya

Pencarian riwayat secara manual dinilai sudah cukup, dan fitur ini dianggap sebagai contoh tren AI yang dipaksakan tanpa manfaat signifikan.