Perang AS-Iran Berakhir, Israel dan Netanyahu Jadi Pihak yang 'Hancur Lebur'
Amerika Serikat dan Iran akhirnya meneken nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.
Kesepakatan itu ditandatangani di Swiss dengan mediasi Pakistan, dan diharapkan berlanjut ke perundingan damai permanen dalam 60 hari ke depan.
>>> Bek Persib Ukir Sejarah: Pemain Klub Indonesia Pertama di Piala Dunia
MoU mencakup penghentian pertempuran di seluruh front termasuk Lebanon, pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan blokade militer AS di Selat Hormuz, hingga perizinan ekspor minyak mentah Iran.
Bagi AS, keuntungan meliputi pembukaan kembali Selat Hormuz, pasokan minyak, dan komitmen Iran untuk tidak membuat senjata nuklir.
Meski Trump mengklaim MoU sebagai bentuk Iran menyerah tanpa syarat, para analis menilai kesepakatan ini lebih menguntungkan Teheran.
Israel dan Netanyahu Terpukul
Pakar politik Israel Danny Citrinowicz menyebut kesepakatan itu sebagai 'bencana strategis' bagi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Menurutnya, Iran semakin mendominasi kawasan dan Israel kian terisolasi. 'Semuanya buruk, dan akan semakin buruk,' ujarnya.
MoU ini juga berdampak pada citra Netanyahu yang selama ini dikenal sebagai 'pembisik AS' yang bisa mempengaruhi presiden Amerika.
>>> Cara Cek Penyaluran Bansos PKH, BPNT, dan Sembako Juni 2026
Eks penasihat Netanyahu, Aviv Bushinsky, mengatakan kesepakatan itu adalah pukulan bagi Netanyahu karena ia kehilangan Trump sebagai teman.
Tiga sumber diplomatik menyatakan bahwa kesepakatan AS-Iran yang mencakup konflik Israel-Lebanon tanpa melibatkan Israel turut mengesampingkan posisi Netanyahu dan Tel Aviv.
AS bahkan disebut menganggap Netanyahu sebagai penghalang dalam upaya mengakhiri perang di Timur Tengah.
Negara Arab Menjauh dan Desakan Mundur Netanyahu
Negara-negara Arab mulai menjaga jarak dengan Israel akibat agresi di Jalur Gaza, menghambat upaya Netanyahu memperluas Abraham Accords.
Seorang pejabat Iran mengeklaim negara-negara Arab kini berupaya mendapatkan tempat dalam kerangka kerja yang berpihak ke Teheran.
Di dalam negeri, desakan agar Netanyahu mundur semakin meluas. Dalam acara kelulusan perwira militer Israel, ia disambut teriakan slogan anti-pemerintah dan seruan mundur.
>>> Singapura Siapkan Institut AI Baru untuk Percepatan Inovasi pada 2026
Demonstrasi besar-besaran terus berlangsung di sejumlah kota Israel, menuntut pemilu lebih awal dan menyalahkan pemerintah atas kegagalan menangani peristiwa 7 Oktober 2023 serta dampak perang dengan Iran.
Update Terbaru
Cara Mudah Siapkan Dokumen Penting Sebelum Penyaluran Bansos Tahap 3 di Tahun 2026
Sabtu / 27-06-2026, 07:43 WIB
Rano Karno Optimistis Jakarta Masuk Peringkat 65 Kota Global Tahun Ini
Sabtu / 27-06-2026, 07:43 WIB
Jejak Kasus Razman Nasution hingga Dijebloskan ke Lapas Cipinang
Sabtu / 27-06-2026, 07:43 WIB
Wahana Six Flags Macet di Tengah Perjalanan, Penumpang Terjebak Selama Setengah Jam
Sabtu / 27-06-2026, 07:42 WIB
Pelatih Iran Bicara soal Persiapan Terganggu Jelang Lawan Mesir di Piala Dunia 2026
Sabtu / 27-06-2026, 07:42 WIB
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Lampung
Sabtu / 27-06-2026, 07:42 WIB
Mohamed Salah Satu Gol Lagi Ukir Rekor Baru Bersama Mesir
Sabtu / 27-06-2026, 07:42 WIB
AS Kembali Gempur Iran, 4 Target di Sekitar Hormuz Diserang 6 Pesawat
Sabtu / 27-06-2026, 07:42 WIB
Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp26,34 Triliun, Efektifkah Dongkrak Konsumsi?
Sabtu / 27-06-2026, 07:42 WIB
Microsoft Batalkan Fitur AI History Search di Edge, Ini Alasannya
Sabtu / 27-06-2026, 07:22 WIB
Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos Kemensos atau Tidak
Sabtu / 27-06-2026, 07:21 WIB
Mentrans Dorong Hunian Vertikal untuk Transmigran Pendatang
Sabtu / 27-06-2026, 07:21 WIB
Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Tegaskan Soekarno Lahir di Surabaya
Sabtu / 27-06-2026, 06:59 WIB
Tradisional Massage Jadi Tren Gaya Hidup Modern di Surabaya, Kayuputih Family Reflexology Hadirkan Fasilitas Ini
Sabtu / 27-06-2026, 06:58 WIB






