Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, buka suara soal persiapan timnya yang terganggu akibat pembatasan perjalanan ketat oleh Amerika Serikat (AS) selama Piala Dunia 2026.

Pembatasan itu mempengaruhi istirahat dan pemulihan pemain sebelum dan sesudah pertandingan, termasuk jelang laga melawan Mesir di Stadion Seattle, Sabtu (27/6) pukul 10.00 WIB.

in1

>>> Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Lampung

Pada dua pertandingan pembuka melawan Selandia Baru dan Belgia, Iran hanya diizinkan bepergian ke tempat pertandingan di AS dalam waktu 24 jam sebelum laga.

Mereka juga dipaksa kembali ke markas latihan di Tijuana, Meksiko usai pertandingan.

Ghalenoei: Tim Lebih Bugar dan Positif

Meski otoritas AS telah melonggarkan pembatasan jelang laga melawan Mesir, Ghalenoei mengaku timnya masih diganggu saat perjalanan dari Meksiko ke AS.

Namun, ia menegaskan bahwa timnya kini lebih bugar dan berada dalam posisi yang lebih baik.

"Tim lebih bugar. Kita akan bersikap positif.

>>> Mohamed Salah Satu Gol Lagi Ukir Rekor Baru Bersama Mesir

Kita tidak akan memikirkan masalah lain. Kita berupaya membawa kebahagiaan bagi rakyat kita," kata Ghalenoei mengutip Aljazeera, Jumat (26/6).

Duel Mesir vs Iran merupakan laga penentu nasib kedua tim di Grup G. Keduanya belum mengamankan tiket ke babak 32 besar.

Saat ini Mesir memimpin klasemen sementara dengan empat poin, disusul Iran di posisi kedua dengan dua angka. Belgia juga mengoleksi dua poin, sementara Selandia Baru satu poin.

Jika Mesir menang, mereka otomatis menjadi juara Grup G. Namun jika Iran menang, posisi mereka akan ditentukan oleh hasil laga Selandia Baru vs Belgia.

>>> AS Kembali Gempur Iran, 4 Target di Sekitar Hormuz Diserang 6 Pesawat

Dinamika Grup G memaksa setiap tim untuk bermain habis-habisan pada laga terakhir agar tidak harus bergantung pada hasil tim lain.